Source: Prevention Indonesia
Strategi membuat gula darah stabil selama puasa.
Glukosa adalah sumber energi dalam tubuh, sedangkan glikogen adalah cadangan gula yang ditimbun di otot dan hati. Sedangkan pada pengidap diabetes, kemampuannya untuk menyerap glukosa sangat terbatas sehingga tubuh membutuhkan insulin yang tinggi.
Untuk itu, pengidap diabetes perlu memilih-milih makanan yang aman agar mampu memberikan tambahan energi selama berpuasa. Dr. Samuel Oetoro, MS.SpGK dari Semanggi Specialist Clinic, menyarankan untuk mengatur pembagian porsi makan yang terdiri dari 40% dikonsumsi waktu makan sahur, 50% waktu berbuka, dan 10% sebelum tidur.
“Dan pilih makanan dengan indeks glikemik tinggi karena sepanjang berpuasa kadar gula darah kita terus turun,” paparnya saat ditemui di acara Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan beberapa waktu lalu di Jakarta. Makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah sumber karbohidrat yang kemampuannya menaikkan gula darah sangat cepat.
Jus buah adalah salah satu alternatif makanan berbuka dengan indeks glikemik tinggi. Tidak hanya itu, Samuel juga bercerita, jus buah mengandung fruktosa. Ini berarti, penyerapannya dalam tubuh tidak membutuhkan insulin. Berbeda halnya dengan makanan yang mengandung glukosa akan membebani pengidap diabetes karena butuh insulin untuk memecahnya dalam tubuh. Dan buah yang memiliki sifat ini adalah durian, pisang, nangka, mangga, serta sawo.
Sedangkan untuk makan utamanya, pengidap diabetes sebaiknya memilih nasi merah dengan porsi yang disesuaikan kebutuhan mereka. Sebab nasi merah adalah karbohidrat berserat yang membuat penyerapannya dalam tubuh berjalan lambat dan bagi pengidap diabetes, ini artinya menurunnya kadar gula dalam darah juga terjadi secara perlahan.
“Inilah yang disebut dengan trik aman berpuasa bagi pengidap diabetes, yaitu memiliki skill manajemen gula yang disertai dengan olah raga.” Jika semua ini dilakukan secara ketat, Samuel menyakini kadar gula darah pengidap diabetes akan selalu stabil. (Siagian Priska)
0 komentar:
Poskan Komentar