Kalo dulu saya kenal kata "Kolesterol" ini, pikiran saya langsung tertuju pada orang-orang yang sudah tua. Karena dulu menurut saya dan setau saya, penyakit atau masalah kolesterol ini selalu diderita oleh orang yang sudah berumur setengah baya (rata-rata). Tapi kenyataan saat ini yang saya tau. Malahan kolesterol ini bisa diderita oleh orang yang terhitung masih berusia muda (sekitar 30 tahunan).
Salah seorang teman saya (wanita) berusia 34 tahun telah menderita kolesterol yang bisa dibilang lumayan. Karena begitu dia memakan makanan yang mengandung kolesterol, kontan badan langsung bereaksi. Salah satunya kepala sakit dan mual pada perut.
Saya pikir, kolesterol ini bisa diakibatkan oleh pola makan yang tidak terjaga. Padahal saya sendiri pun kurang menjaga pola makan.
Sampai kemudian saya temukan salah satu artikel kolesterol di (lagi-lagi) site Prevention Indonesia.
Waspadai : Lemak Jenuh!
Turunkan lemak jenuh langsung ke pusatnya.
Sebagian besar kolesterol di dalam darah tidak berasal dari makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Melainkan karena banyaknya asupan makanan tinggi lemak jenuh, yang kemudian diproses oleh tubuh.
Alhasil semakin banyak kita mengonsumsinya, produksi lemak jenuh pun semakin menumpuk. Itu mengapa, kita berkali-kali diingatkan untuk memperhatikan konsumsi lemak harian. Kita harus menjaga agar tak lebih dari 25% total kalori per hari. Dari persentase itu, buat lagi perbandingan konsumsi antara lemak tak jenuh ganda, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak jenuh.
Rasio yang disarankan adalah 2:2:1. “Lemak jenuh itu bagiannya sedikit sekali, karena merupakan cikal bakal penimbunan lemak di tubuh. Selain itu, juga sebagai bahan utama pembentukan kolesterol terutama LDL atau yang sering disebut kolesterol jahat. Dan berpotensi menyebabkan perlemakkan, khususnya di jantung dan hati,” jelas Dr. Diani Adrina, Sp.GK., spesialis gizi RS. Mitra Kemayoran.
Untuk memenuhi rasio tersebut, kita bisa menyiasatinya dengan memilih minyak goreng dan jenis makanan yang tepat. Perbanyak konsumsi ikan laut, yang kadar lemak jenuhnya rendah. Saat makan ayam, singkirkan kulitnya.
Lemak jenuh juga banyak terdapat di dalam daging merah. Jadi mengolah daging sebaiknya tanpa menggunakan minyak atau santan. Akan lebih baik juga jika kita mengukus atau membuat sayur bening seperti sup. Pilih daging has dalam yang mengandung lemak lebih sedikit.
Pada sajian makanan sebesar 200 kalori, kandungan lemak jenuhnya tidak boleh lebih dari 2 gram. Jika dalam sehari total kalori yang kita makan sebesar 1.600, maka kandungan maksimal lemak jenuhnya adalah 17,5 gram. Untuk memudahkan hitung-hitungan kalori Anda, gunakan Kalkulator Kalori. (Christina/Siagian Priska)
0 komentar:
Poskan Komentar