Kamis, 11 Februari 2010

Dicari Lingkungan Perumahan Yang Aman Dari Diabetes

Source: Prevention Indonesia

Dibutuhkan fasilitas perumahan yang mendukung gaya hidup sehat.

Makin banyaknya orang yang mengidap penyakit diabetes, membuat penyakit ini tidak hanya menjadi urusan orang per orang. Bahkan sebuah penelitian yang dimuat di Archives of Internal Medicine mengungkapkan, pengembangan komplek perumahan diminta untuk menciptakan lingkungan yang menjauhkan penghuni kompleknya dari penyakit diabetes.

Amy H. Auchincloss, PhD, MPH, dari Drexel University School of Public Health yang melakukan penelitian tersebut, menjelaskan diabetes telah menjadi penyakit epidemik karena terjadi dihampir seluruh dunia. Penyakit ini timbul karena adanya perubahan gaya hidup di seluruh belahan dunia, mulai dari konsumsi makanan sampai aktivitas fisik.

“Dan pengembang perumahan turut menyumbang penambahan jumlah pengidap diabetes, karena mereka tidak memberikan fasilitas perumahan yang menyehatkan penghuninya,” ucapnya sambil bercerita penelitian yang dilakukannya bersama tim memakan waktu hingga 5 tahun. Penelitian melibatkan 2.285 orang yang berusia 45-84 tahun.

Responden diambil dari tiga perumahan berbeda di Amerika Serikat. Mereka kemudian diukur gula darah, indeks masa tubuhnya, serta level aktivitas fisiknya. Amy mengamati, bagaimana lingkungan perumahan bisa mengoptimalkan penerapan gaya hidup sehat melalui fasilitas yang disediakan. Apakah itu pusat perbelanjaan yang menyediakan sayur dan buah-buahan yang segar, bahan pangan yang rendah lemak, dan sarana olahraga.

Setelah itu, peneliti juga menghitung intensitas penghuni komplek perumahaan untuk menikmati semua fasilitas tersebut. Semakin mudah penghuni komplek perumahaan mengakses semua faktor pendukung gaya hidup sehat, maka mendapat nilai 5 yang artinya lingkungan perumahan yang sehat. Sedangkan komplek perumahan yang tidak mendukung sama sekali nilainya hanya 1.

Hasil 5 tahun pengamatan menunjukkan, 10,2 persen responden mengalami status kesehatan yang merosot yang ditandai dengan vonis diabetes dari dokter. Sebab secara rata-rata poinnya hanya 3.68 untuk lingkungan perumahan hanya mampu mendukung gaya hidup sehat melalui fasilitas olahraga. Sedangkan untuk fasilitas makanan sehat poinnya hanya 3.36.

Jika pengembang perumahaan menyediakan fasilitas untuk hidup sehat, mereka tidak hanya menyelamatkan satu individu dari diabetes tapi satu komunitas. “Maka sangat mungkin bagi dunia untuk keluar dari penyakit yang umumnya ditandai dengan obesitas ini, jika ada komitmen yang penuh dari para pengembang.”

Bagi Amy, fasilitas pendukung gaya hidup sehat ini tidak perlu yang berbau teknologi tinggi. Cukup dengan menyediakan jogging track, taman sehat, dan pasar sehat, maka bisa mendorong penghuninya untuk hidup lebih sehat lagi. (Siagian Priska)

0 komentar:

Poskan Komentar