Alhamdulillah... Ada side job baru yang bisa dikerjain... Insya Allah... Barrakallah...
Kerjaan yang sesuai ama minat, ngerjain bisa sambil fun... Smoga membuahkan hasil yang maksimal. Insya Allah... Amiiin...
Senin, 03 Mei 2010
Kamis, 29 April 2010
Back to my page...
Sudah hampir 2 bulan absen ngeblog nih... Semoga mood menuh2in blog bisa muncul lagi... hehehe...
Sebenernya banyak banget yang pengen ditulis... Tapi saking banyaknya jadi bingung... Hahaha... Lagu lama banget...
Well... Waktunya cari ide nih...
Sebenernya banyak banget yang pengen ditulis... Tapi saking banyaknya jadi bingung... Hahaha... Lagu lama banget...
Well... Waktunya cari ide nih...
Kamis, 18 Februari 2010
Tujuh Tips Hindari Kecelakaan Privasi di Facebook
Ada tips yang saya dapat dari Metronew.com mengenai Facebok. Semoga bisa jadi tips untuk kita semua pengguna Facebook.
Metrotvnews.com, Jakarta: Karena Facebook orang mungkin bisa memiliki persepsi miring tentang kita. Misalnya, saat foto-foto memalukan tersebar di antara rekan kerja. Atau terpajangnnya konten berbau esek-esek di wall yang malah membuat kita dianggap aneh.
Bisa juga ada orang-orang tertentu yang secara tak langsung mencemarkan nama baik kita, karena up date status yang mereka lakukan. Walau terkesan sepele, hal ini bisa membuat opini publik yang mencemarkan nama baik kita.
Beberapa Facebooker mungkin tidak paham atau malas mempelajari pengaturan privasi (privacy settings) di Facebook. Padahal, caranya sepele. Jangan karena ketidaktahuan nama baik Anda dikorbankan. Di bawah ini ada lima tips untuk menghindari ‘kecelakaan’ privasi di Facebook.
1. Manfaatkan “Friend List”. Bagi kebanyakan orang fitur friend list mungkin tak dianggap penting. Namun, hal ini membantu kita mengatur teman Facebook yang mungkin berjumlah ratusan.
Fitur ini juga memudahkan Anda mencari teman Facebook lain yang jarang dikontak. Friend list pun berfungsi memudahkan pengaturan spesifikasi privasi, antara kita dan seseorang. Jangan malas memanajemen teman di Facebook.
2. Hilangkan nama kita di “Facebook Search”. Bagi yang belum mengerti, Anda bisa menghilangkan nama di Facebook Search. Hal ini tentu untuk menjaga agar profil kita tak mudah dicari/dilacak orang.
Caranya:
- Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings, pilih ’search’
- Non-aktifkan ‘publik search result’
- Klik ‘Confirm’.
3. Jangan biarkan Anda dipermalukan karena foto/video. Seringkali foto-foto culun dan memalukan Anda yang di-upload teman bisa mencemarkan nama baik. Kalau sudah begini, rasa malu bercampur emosi pasti muncul. Tidak usah bingung akan hal ini. Atur saja setting privasi foto/video-nya.
Caranya:
- Cari ‘privacy settings’ pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
- Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.
4. Hilangkan “Status Relationship” Anda. Untuk menghindari kisah pribadi asmara Anda diumbar ke publik, ada baiknya menghilangkan status hubungan di Facebook. Tapi awas, jika Anda tak memiliki ‘perisai’ diri hal ini bisa menimbulkan potensi perselingkuhan. Ini semua berbalik ke diri sendiri.
Caranya:
- Cari ‘privacy settings’ pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings pilih ‘Profile Information’.
- Pilih ‘Familiy and Relationship’.
- Untuk lebih detail pilih ‘custom privacy’.
5. Hindari aplikasi berbau esek-esek. Seringkali aplikasi di Facebook memiliki konten dewasa. Misalnya kuis tentang apa gaya sex favorit Anda, atau bintang JAV yang cocok dengan Anda. Walau fungsinya sebagai having fun, jika informasi ini diketahui orang yang tidak tepat, hal ini bisa menimbulkan persepsi negatif.
Agar orang tidak memiliki persepsi negatif pada diri Anda, cari aman saja. Hindari semua aplikasi yang berbau esek-esek. Kuncinya ada pada diri sendiri. Mudah kan?
6. Buat “Contact Profile” Anda lebih privat. Secara umum, kontak profil di Facebook menampilkan apa saja yang ada tentang diri kita. Misal status hubungan, pandangan politik, nama sanak keluarga, bahkan nomor ponsel dan e-mail.
Ada kalanya untuk menjaga privasi, Anda tak harus ‘membeberkan’ itu semua ke publik. Anda pun bisa memilah-milahnya. Sebagai contoh, cukup sertakan email dan nomor ponsel, saat hubungan Facebook kita hanya di lingkungan kerja. Tak perlu menyebutkan status hubungan, bahkan tanggal jadian dengan kekasih kita.
Caranya:
- Pada ‘Profile’, pilih kolom ‘info’ di kanan ‘wall’
- Pada ‘Basic Information’, tinggal atur saja apa yang berhak ditampilkan di profil kita. Cukup ‘remove’ hal-hal yang dianggap tidak perlu.
Saat di-track dengan search engine macam Google, profil ini akan tampil sesuai settingan kita.
7. Hanya orang tertentu yang boleh melihat foto Anda. Saat Anda meng-upload sebuah foto, sebaiknya jangan diumbar langsung ke publik. Atur kepada siapa saja terbaru Anda boleh dilihat.
Caranya sama seperti tips nomor 3, namun lebih spesifik:
- Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
- Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.
Untuk pengaturan lebih spesifik, pilih opsi ‘custom privacy’ di sisi kanan pada ‘Photo Albums’ atau ‘Photos and Videos of me’.
Nah, sesudah itu pilih ‘make this visible’ pada opsi ’specific people’, untuk mengatur nama teman yang bisa melihat foto anda. Anda cukup mengetiik namanya, dan Facebook langsung mendeteksi.
Untuk menyembunyikan foto terbaru dari nama-nama tertentu, pilih opsi kedua bertanda ‘hide this from’. Selanjutnya cukup ketik sebuah nama, dan bisa dipastikan ia takkan melihat lagi foto-foto terbaru Anda. Semoga tips ini membantu. (Allfacebook/DOR)
Bisa juga ada orang-orang tertentu yang secara tak langsung mencemarkan nama baik kita, karena up date status yang mereka lakukan. Walau terkesan sepele, hal ini bisa membuat opini publik yang mencemarkan nama baik kita.
Beberapa Facebooker mungkin tidak paham atau malas mempelajari pengaturan privasi (privacy settings) di Facebook. Padahal, caranya sepele. Jangan karena ketidaktahuan nama baik Anda dikorbankan. Di bawah ini ada lima tips untuk menghindari ‘kecelakaan’ privasi di Facebook.
1. Manfaatkan “Friend List”. Bagi kebanyakan orang fitur friend list mungkin tak dianggap penting. Namun, hal ini membantu kita mengatur teman Facebook yang mungkin berjumlah ratusan.
Fitur ini juga memudahkan Anda mencari teman Facebook lain yang jarang dikontak. Friend list pun berfungsi memudahkan pengaturan spesifikasi privasi, antara kita dan seseorang. Jangan malas memanajemen teman di Facebook.
2. Hilangkan nama kita di “Facebook Search”. Bagi yang belum mengerti, Anda bisa menghilangkan nama di Facebook Search. Hal ini tentu untuk menjaga agar profil kita tak mudah dicari/dilacak orang.
Caranya:
- Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings, pilih ’search’
- Non-aktifkan ‘publik search result’
- Klik ‘Confirm’.
3. Jangan biarkan Anda dipermalukan karena foto/video. Seringkali foto-foto culun dan memalukan Anda yang di-upload teman bisa mencemarkan nama baik. Kalau sudah begini, rasa malu bercampur emosi pasti muncul. Tidak usah bingung akan hal ini. Atur saja setting privasi foto/video-nya.
Caranya:
- Cari ‘privacy settings’ pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
- Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.
4. Hilangkan “Status Relationship” Anda. Untuk menghindari kisah pribadi asmara Anda diumbar ke publik, ada baiknya menghilangkan status hubungan di Facebook. Tapi awas, jika Anda tak memiliki ‘perisai’ diri hal ini bisa menimbulkan potensi perselingkuhan. Ini semua berbalik ke diri sendiri.
Caranya:
- Cari ‘privacy settings’ pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings pilih ‘Profile Information’.
- Pilih ‘Familiy and Relationship’.
- Untuk lebih detail pilih ‘custom privacy’.
5. Hindari aplikasi berbau esek-esek. Seringkali aplikasi di Facebook memiliki konten dewasa. Misalnya kuis tentang apa gaya sex favorit Anda, atau bintang JAV yang cocok dengan Anda. Walau fungsinya sebagai having fun, jika informasi ini diketahui orang yang tidak tepat, hal ini bisa menimbulkan persepsi negatif.
Agar orang tidak memiliki persepsi negatif pada diri Anda, cari aman saja. Hindari semua aplikasi yang berbau esek-esek. Kuncinya ada pada diri sendiri. Mudah kan?
6. Buat “Contact Profile” Anda lebih privat. Secara umum, kontak profil di Facebook menampilkan apa saja yang ada tentang diri kita. Misal status hubungan, pandangan politik, nama sanak keluarga, bahkan nomor ponsel dan e-mail.
Ada kalanya untuk menjaga privasi, Anda tak harus ‘membeberkan’ itu semua ke publik. Anda pun bisa memilah-milahnya. Sebagai contoh, cukup sertakan email dan nomor ponsel, saat hubungan Facebook kita hanya di lingkungan kerja. Tak perlu menyebutkan status hubungan, bahkan tanggal jadian dengan kekasih kita.
Caranya:
- Pada ‘Profile’, pilih kolom ‘info’ di kanan ‘wall’
- Pada ‘Basic Information’, tinggal atur saja apa yang berhak ditampilkan di profil kita. Cukup ‘remove’ hal-hal yang dianggap tidak perlu.
Saat di-track dengan search engine macam Google, profil ini akan tampil sesuai settingan kita.
7. Hanya orang tertentu yang boleh melihat foto Anda. Saat Anda meng-upload sebuah foto, sebaiknya jangan diumbar langsung ke publik. Atur kepada siapa saja terbaru Anda boleh dilihat.
Caranya sama seperti tips nomor 3, namun lebih spesifik:
- Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
- Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.
Untuk pengaturan lebih spesifik, pilih opsi ‘custom privacy’ di sisi kanan pada ‘Photo Albums’ atau ‘Photos and Videos of me’.
Nah, sesudah itu pilih ‘make this visible’ pada opsi ’specific people’, untuk mengatur nama teman yang bisa melihat foto anda. Anda cukup mengetiik namanya, dan Facebook langsung mendeteksi.
Untuk menyembunyikan foto terbaru dari nama-nama tertentu, pilih opsi kedua bertanda ‘hide this from’. Selanjutnya cukup ketik sebuah nama, dan bisa dipastikan ia takkan melihat lagi foto-foto terbaru Anda. Semoga tips ini membantu. (Allfacebook/DOR)
Kamis, 11 Februari 2010
Langkah Kecil Untuk Jantung
Source: Prevention Indonesia
Turunkan tekanan darah dengan berjalan kaki
Malas berjalan kaki? Mulai dari sekarang, ubahlah mindset kita karena cukup dengan 10 menit berjalan kaki setelah makan siang, dapat memberikan bonus bagi jantung kita!
Dalam studi Medicine & Science in Sports & Exercise yang dilakukan pada tahun 2001, 15 wanita postmenopause dengan tekanan darah yang tinggi, diminta untuk melakukan perubahan kecil pada rutinitas harian mereka dengan penambahan 4.000 – 5.000 langkah setiap harinya. Dan hasilnya : 6 sukarelawan mencapai tekan darah yang normal, dan 3 sukarelawan lainnya mengalami penurunan tekanan dari zona bahaya ke arah zona garis normal. Dalam studi ini, rata-rata para sukarelawan mengalami penurunan tekanan darah hingga 11 point.
Kabar bahagianya adalah : semua partisipan yang diteliti ternyata belum pernah ada yang melakukan rutinitas olahraga sebelumnya. Mereka hanya menjalankan program jalan mini yang simpel seperti memarkirkan kendaraan lebih jauh dari kantor atau pusat perbelanjaan, lebih memilih tangga ketimbang lift, mengisi istirahat makan siang dengan berjalan kaki sebentar, atau berkeliling mall beberapa kali sebelum memulai belanja.
“Sebenarnya, semua aktivitas fisik bisa membantu kita menurunkan tekanan darah, namun kita memilih berjalan kaki sebab olahraga ini sangat mudah dilakukan,” Kerrie L. Moreau, PhD, peneliti dari University of Colorado di Boulder. Dan manfaat olahraga ini bisa dinikmati baik oleh pria maupun wanita.
Berikut cara untuk mengubah langkah kaki kita menjadi “obat” alami untuk mengontrol tekan darah :
• Lakukan pemeriksaan tekan darah terlebih dahulu. Dan lakukan test ini secara rutin setiap 2-3 minggu sekali. Jika, kita harus mengonsumsi obat penurun tekanan darah, mintalah dokter kita untuk menurunkan dosis obat atau hentikan program pengobatan apabila berjalan kaki berhasil menurunkan tekanan darah kita.
• Beli pedometer. Alat ini akan sangat membantu melacak tingkat kemajuan kita. Tip : belilah pedometer yang bisa dijepitkan pada ikat pinggang. Temukan pedometer di toko-toko penyedia peralatan olahraga.
• Berusahalah untuk mencapai 10.000 langkah setiap hari. Sebelum studi dilakukan, para wanita yang tidak aktif ini sudah mencapai 4.000-5.000 langkah per hari untuk menjalankan aktivitas harian mereka. Dan ternyata, penambahan 4.000-5.000 langkah lagi per hari langsung mampu menurunkan tekan darah mereka.
• Masukan program jalan mini, seperti berjalan beberapa putar di lorong kantor kita, atau cara lain yang sudah disebutkan di atas,ke dalam rutinitas harian kita.(Astrid Anastasia)
Turunkan tekanan darah dengan berjalan kaki
Malas berjalan kaki? Mulai dari sekarang, ubahlah mindset kita karena cukup dengan 10 menit berjalan kaki setelah makan siang, dapat memberikan bonus bagi jantung kita!
Dalam studi Medicine & Science in Sports & Exercise yang dilakukan pada tahun 2001, 15 wanita postmenopause dengan tekanan darah yang tinggi, diminta untuk melakukan perubahan kecil pada rutinitas harian mereka dengan penambahan 4.000 – 5.000 langkah setiap harinya. Dan hasilnya : 6 sukarelawan mencapai tekan darah yang normal, dan 3 sukarelawan lainnya mengalami penurunan tekanan dari zona bahaya ke arah zona garis normal. Dalam studi ini, rata-rata para sukarelawan mengalami penurunan tekanan darah hingga 11 point.
Kabar bahagianya adalah : semua partisipan yang diteliti ternyata belum pernah ada yang melakukan rutinitas olahraga sebelumnya. Mereka hanya menjalankan program jalan mini yang simpel seperti memarkirkan kendaraan lebih jauh dari kantor atau pusat perbelanjaan, lebih memilih tangga ketimbang lift, mengisi istirahat makan siang dengan berjalan kaki sebentar, atau berkeliling mall beberapa kali sebelum memulai belanja.
“Sebenarnya, semua aktivitas fisik bisa membantu kita menurunkan tekanan darah, namun kita memilih berjalan kaki sebab olahraga ini sangat mudah dilakukan,” Kerrie L. Moreau, PhD, peneliti dari University of Colorado di Boulder. Dan manfaat olahraga ini bisa dinikmati baik oleh pria maupun wanita.
Berikut cara untuk mengubah langkah kaki kita menjadi “obat” alami untuk mengontrol tekan darah :
• Lakukan pemeriksaan tekan darah terlebih dahulu. Dan lakukan test ini secara rutin setiap 2-3 minggu sekali. Jika, kita harus mengonsumsi obat penurun tekanan darah, mintalah dokter kita untuk menurunkan dosis obat atau hentikan program pengobatan apabila berjalan kaki berhasil menurunkan tekanan darah kita.
• Beli pedometer. Alat ini akan sangat membantu melacak tingkat kemajuan kita. Tip : belilah pedometer yang bisa dijepitkan pada ikat pinggang. Temukan pedometer di toko-toko penyedia peralatan olahraga.
• Berusahalah untuk mencapai 10.000 langkah setiap hari. Sebelum studi dilakukan, para wanita yang tidak aktif ini sudah mencapai 4.000-5.000 langkah per hari untuk menjalankan aktivitas harian mereka. Dan ternyata, penambahan 4.000-5.000 langkah lagi per hari langsung mampu menurunkan tekan darah mereka.
• Masukan program jalan mini, seperti berjalan beberapa putar di lorong kantor kita, atau cara lain yang sudah disebutkan di atas,ke dalam rutinitas harian kita.(Astrid Anastasia)
Fenomena Facebook... ~part.1~
Facebook... Bukan kata asing untuk sebagian orang yang mengenal internet, bahkan yang tidak mengenal sekalipun banyak yang pernah mendengarnya. Meskipun hanya sekedar mendengar. Tetapi inilah fakta yang ada di sekitar kita. Hampir semua orang mengenal facebook. Salah satu jejaring sosial yang bisa dibilang paling populer saat ini. Mulai dari anak-anak, remaja, ibu rumah tangga sampai pekerja kantoran, bahkan sampai pada jajaran direktur pun semua adalah pengguna jejaring sosial yang satu ini.
Setiap pengguna facebook telah merasakan banyak manfaat. Salah satu contohnya adalah bisa saling komunikasi dengan teman, saudara atau kerabat jauh dimanapun mereka tinggal. Bisa saling mengetahui kondisi masing- maasing dari status yang selalu ter-update.
Contoh lain adalah bertemunya kembali dengan teman atau sahabat lama yang sudah belasan bahkan puluhan tahun tidak pernah bertemu. Yang akhir-akhir muncullah suatu kebiasaan baru, reuni. Mungkin anda dan juga saya adalah salah satu dari sekian juta orang yang merasakan manfaat ini. Dan bahkan sangat berterima kasih pada facebook untuk jasanya.
Fenomena yang akhirnya muncul adalah orang akan selalu berusaha meng-update status hanya untuk bisa berbagi dengan yang lain. Atau bahkan hanya untuk sekedar keisengan. Mungkin kita pun salah satunya. Yang akhirnya membuat orang seperti terkena virus, yang terus merebak disuatu lingkungan. Yang akhirnya membuat para pengguna terlena dan asyik untuk selalu menggunakan facebook.
Tak jarang kita menjumpai ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya sekolah, asyik dengan hp mereka. Atau para remaja yang sibuk dengan hp disela-sela waktu istirahat sekolah. Atau bahkan mahasiswa dengan laptop mereka, memenuhi hotspot zone. Juga para pekerja kantoran yang memanfaatkan fasilitas kantor untuk membuka, meng-update bahkan meng-upload foto di facebook mereka. Hehehe...
Fenomena baru disekitar kita yang acap kali biasa disebut sebagai tindakan "autis" atau "addict" terhadap facebook. Bahasa atau lebih jelasnya kosakata yang sedang nge-tren saat ini. Alhasil, demam facebook pun banyak mempengaruhi kehidupan kita dan sekitar kita. Kebiasaan2 lama berubah. Pemikiran atau bahkan tindakan kita juga akhirnya dipengaruhi oleh facebook. Yang boleh dibilang facebook adalah salah satu rutinitas wajib saat ini... Hehehe... Mungkin terkesan naif... Tapi inilah realita saat ini.
Setiap pengguna facebook telah merasakan banyak manfaat. Salah satu contohnya adalah bisa saling komunikasi dengan teman, saudara atau kerabat jauh dimanapun mereka tinggal. Bisa saling mengetahui kondisi masing- maasing dari status yang selalu ter-update.
Contoh lain adalah bertemunya kembali dengan teman atau sahabat lama yang sudah belasan bahkan puluhan tahun tidak pernah bertemu. Yang akhir-akhir muncullah suatu kebiasaan baru, reuni. Mungkin anda dan juga saya adalah salah satu dari sekian juta orang yang merasakan manfaat ini. Dan bahkan sangat berterima kasih pada facebook untuk jasanya.
Fenomena yang akhirnya muncul adalah orang akan selalu berusaha meng-update status hanya untuk bisa berbagi dengan yang lain. Atau bahkan hanya untuk sekedar keisengan. Mungkin kita pun salah satunya. Yang akhirnya membuat orang seperti terkena virus, yang terus merebak disuatu lingkungan. Yang akhirnya membuat para pengguna terlena dan asyik untuk selalu menggunakan facebook.
Tak jarang kita menjumpai ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya sekolah, asyik dengan hp mereka. Atau para remaja yang sibuk dengan hp disela-sela waktu istirahat sekolah. Atau bahkan mahasiswa dengan laptop mereka, memenuhi hotspot zone. Juga para pekerja kantoran yang memanfaatkan fasilitas kantor untuk membuka, meng-update bahkan meng-upload foto di facebook mereka. Hehehe...
Fenomena baru disekitar kita yang acap kali biasa disebut sebagai tindakan "autis" atau "addict" terhadap facebook. Bahasa atau lebih jelasnya kosakata yang sedang nge-tren saat ini. Alhasil, demam facebook pun banyak mempengaruhi kehidupan kita dan sekitar kita. Kebiasaan2 lama berubah. Pemikiran atau bahkan tindakan kita juga akhirnya dipengaruhi oleh facebook. Yang boleh dibilang facebook adalah salah satu rutinitas wajib saat ini... Hehehe... Mungkin terkesan naif... Tapi inilah realita saat ini.
Mengajarkan Anak Mengelola Uangnya
Jaman sekarang rasanya tidak ada anak usia sekolah yang tidak mengenal uang. Rata-rata mereka sudah dibekali uang saku oleh orang tua mereka. Berikut ada tips yang mungkin saja bisa kita jadikan contoh untuk mengajarkan anak mengelola uang mereka...
KOMPAS.com - Si kecil sekarang sudah mengerti nominal uang? Jangan terburu-buru memberikan ia kepercayaan 100 persen untuk memegang uang jika Anda tidak bisa memberikan panduan. Bisa-bisa ia menghabiskan uangnya dalam waktu sekejap, lho. Tak jarang anak akan menghamburkan uangnya hanya untuk mendapatkan mainan kesukaannya.
Menurut konsultan dan trainer dari John Robert Power, Indayati Oetomo, anak usia delapan tahun sebenarnya sudah bisa bertanggung jawab dengan uang, jadi orangtua bisa memberikan kepercayaan anak untuk mengelola keuangan. Namun untuk mempercayakan uang pada si kecil, orangtua harus dapat memberikan contoh.
1. Ajak anak berbicara terlebih dahulu, berapa lama ia sanggup memegang uang. Misalnya satu minggu, maka berikan ia uang saku untuk satu minggu.
2. Tegaskan padanya, bahwa uang itu harus cukup untuk kebutuhan satu minggu. Jika uang itu habis sebelum waktunya, maka tidak ada uang tambahan untuknya.
3. Berikan rincian tentang peruntukan uang itu. Tentukan pos-pos dan jumlahnya untuk setiap keperluan. Contohnya, berapa banyak uang untuk jajan, ditabung, keperluan les, perlengkapan alat tulis, uang sumbangan sekolah, hingga untuk jalan-jalan bersama teman.
4. Berikan contoh cara mengatur setiap pos-pos kebutuhan itu. Misalnya, berapa banyak untuk uang jajan satu minggu, berapa banyak untuk ditabung, disumbangkan, atau untuk membeli alat tulis. Ajak juga ia untuk ikut serta dalam pembagian pos-pos belanja rumah tangga Anda, agar ia paham.
5. Pantau terus penggunaan uang si kecil, agar ia tidak tiba-tiba kehabisan uang dan merengek pada Anda. Ingatkan lagi pembagian pos-pos untuk uangnya.
6. Berikan hukuman jika si kecil memang tidak bisa disiplin menggunakan uang. Misalnya, tugas mengatur meja makan, merapikan piring kotor, atau menyiram tanaman, untuk mendapatkan uang imbalan. Secara tidak langsung ia akan mengetahui betapa sulitnya mencari uang.
7. Sesekali tantang ia untuk bermain monopoli. Mainan ini juga cukup baik untuk merangsang pola pikir mereka dalam menggunakan uang.
8. Ajak anak membuka tabungan di bank, jika memang tabungan atau celengannya sudah cukup. Dengan begitu anak akan semakin menghargai uang dan bertanggung jawab dalam menggunakan uangnya.
KOMPAS.com - Si kecil sekarang sudah mengerti nominal uang? Jangan terburu-buru memberikan ia kepercayaan 100 persen untuk memegang uang jika Anda tidak bisa memberikan panduan. Bisa-bisa ia menghabiskan uangnya dalam waktu sekejap, lho. Tak jarang anak akan menghamburkan uangnya hanya untuk mendapatkan mainan kesukaannya.
Menurut konsultan dan trainer dari John Robert Power, Indayati Oetomo, anak usia delapan tahun sebenarnya sudah bisa bertanggung jawab dengan uang, jadi orangtua bisa memberikan kepercayaan anak untuk mengelola keuangan. Namun untuk mempercayakan uang pada si kecil, orangtua harus dapat memberikan contoh.
1. Ajak anak berbicara terlebih dahulu, berapa lama ia sanggup memegang uang. Misalnya satu minggu, maka berikan ia uang saku untuk satu minggu.
2. Tegaskan padanya, bahwa uang itu harus cukup untuk kebutuhan satu minggu. Jika uang itu habis sebelum waktunya, maka tidak ada uang tambahan untuknya.
3. Berikan rincian tentang peruntukan uang itu. Tentukan pos-pos dan jumlahnya untuk setiap keperluan. Contohnya, berapa banyak uang untuk jajan, ditabung, keperluan les, perlengkapan alat tulis, uang sumbangan sekolah, hingga untuk jalan-jalan bersama teman.
4. Berikan contoh cara mengatur setiap pos-pos kebutuhan itu. Misalnya, berapa banyak untuk uang jajan satu minggu, berapa banyak untuk ditabung, disumbangkan, atau untuk membeli alat tulis. Ajak juga ia untuk ikut serta dalam pembagian pos-pos belanja rumah tangga Anda, agar ia paham.
5. Pantau terus penggunaan uang si kecil, agar ia tidak tiba-tiba kehabisan uang dan merengek pada Anda. Ingatkan lagi pembagian pos-pos untuk uangnya.
6. Berikan hukuman jika si kecil memang tidak bisa disiplin menggunakan uang. Misalnya, tugas mengatur meja makan, merapikan piring kotor, atau menyiram tanaman, untuk mendapatkan uang imbalan. Secara tidak langsung ia akan mengetahui betapa sulitnya mencari uang.
7. Sesekali tantang ia untuk bermain monopoli. Mainan ini juga cukup baik untuk merangsang pola pikir mereka dalam menggunakan uang.
8. Ajak anak membuka tabungan di bank, jika memang tabungan atau celengannya sudah cukup. Dengan begitu anak akan semakin menghargai uang dan bertanggung jawab dalam menggunakan uangnya.
Makanan yang Bantu Turunkan Berat Badan
Berat badan atau BB... Salah satu momok buat ibu-ibu. Hehehe... Bukan saja hanya ibu-ibu muda yang merasa kebingungan jika BB mereka naik, tetapi ibu-ibu yang berusia separuh baya pun sering terlihat bingung dengan kenaikan BB mereka. Hal yang mungkin sering sekali kita jumpai disekitar kita.
Ada satu artikel yang mungkin bisa membantu kita untuk menjaga berat badan supaya tidak terjadi kenaikan yang cukup besar. Dan semoga artikel dari Kompas Female ini bisa membantu...
KOMPAS.com — Apa yang Anda makan ternyata juga bisa membantu menurunkan berat tubuh. Mau tahu makanan apa saja? Simak di bawah ini:
Telur
Orang dewasa yang mengonsumsi dua butir telur untuk menu sarapan bisa menghilangkan 65 persen bobot tubuhnya (sekaligus merasa lebih enerjik) ketimbang mereka yang memakan roti dengan kalori yang sama. Penemuan lain menyatakan, mereka yang mengonsumsi telur setiap hari, asupan kalorinya lebih rendah 300 kal (jika ditotal, sama dengan 1,5 kilo per bulan) ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi telur. "Telur membantu menyeimbangkan kadar gula darah, memberikan protein pendukung energi, dan penuh nutrisi," ujar pelatih kebugaran, Jessica Smith. "Jika Anda tak sanggup makan telur pada pagi hari, makanlah pada malam hari," lanjutnya.
Kentang
Kentang sering kali digunakan sebagai pengganti nasi. Namun, bagi mereka yang diet karbohidrat, kentang pun dihindari karena sama-sama mengandung karbohidrat. Padahal, sesungguhnya kentang adalah bahan makanan yang baik untuk mengurangi berat tubuh. Kentang memiliki campuran nutrisi, serat, dan protein, tetapi dengan kalori rendah. Satu kentang panggang (dengan kulitnya) berukuran sedang memiliki 6 gr protein, lebih dari 1.500 mg potasium, dan kalori di bawah 300. Tambahkan dengan sayuran atau keju rendah lemak untuk dijadikan sajian pelengkap atau kudapan.
Plain yoghurt
Masyarakat Yunani senang mengonsumsi yoghurt tawar. Jika Anda tahan rasa tawarnya, simpan makanan itu di kulkas untuk memenuhi keinginan mengemil pada pagi atau malam hari tanpa perlu merasa bersalah. Yoghurt dengan kandungan 2 persen lemak akan memberikan rasa kenyang lebih lama, kalsium tinggi, protein, dan bakteri yang baik untuk perut.
Artichoke
Artichoke adalah makanan penghilang berat tubuh yang baik dan memiliki serat yang cukup banyak. Satu artichoke rebus memiliki 150 kalori dengan 10 gr protein, kalsium, dan asam folat. Untuk kudapan, makan artichoke dengan perasa tambahan, mayones, hummus, atau Italian dressing.
Pasta
Pasta tomat kalengan adalah makanan yang bisa membantu Anda menurunkan berat tubuh. Pasta tomat kalengan memiliki serat 5 gr per setengah cangkir. Gunakan pasta tomat kalengan untuk memberi rasa pada saus spageti atau tortillas.
Kacang almon
Memakan makanan dalam jumlah sedikit, tapi sering adalah salah satu strategi untuk menurunkan berat tubuh. Namun, perhatikan pula makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan aman untuk dikonsumsi adalah kacang almon. Setidaknya 10 butir kacang almon di jam-jam tertentu, di antara waktu makan besar, bisa membantu memenuhi keinginan untuk mengunyah, tapi tidak merusak diet. Kacang almon memiliki kandungan serat yang bisa bikin kenyang dan mudah dibawa.
Ada satu artikel yang mungkin bisa membantu kita untuk menjaga berat badan supaya tidak terjadi kenaikan yang cukup besar. Dan semoga artikel dari Kompas Female ini bisa membantu...
KOMPAS.com — Apa yang Anda makan ternyata juga bisa membantu menurunkan berat tubuh. Mau tahu makanan apa saja? Simak di bawah ini:
Telur
Orang dewasa yang mengonsumsi dua butir telur untuk menu sarapan bisa menghilangkan 65 persen bobot tubuhnya (sekaligus merasa lebih enerjik) ketimbang mereka yang memakan roti dengan kalori yang sama. Penemuan lain menyatakan, mereka yang mengonsumsi telur setiap hari, asupan kalorinya lebih rendah 300 kal (jika ditotal, sama dengan 1,5 kilo per bulan) ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi telur. "Telur membantu menyeimbangkan kadar gula darah, memberikan protein pendukung energi, dan penuh nutrisi," ujar pelatih kebugaran, Jessica Smith. "Jika Anda tak sanggup makan telur pada pagi hari, makanlah pada malam hari," lanjutnya.
Kentang
Kentang sering kali digunakan sebagai pengganti nasi. Namun, bagi mereka yang diet karbohidrat, kentang pun dihindari karena sama-sama mengandung karbohidrat. Padahal, sesungguhnya kentang adalah bahan makanan yang baik untuk mengurangi berat tubuh. Kentang memiliki campuran nutrisi, serat, dan protein, tetapi dengan kalori rendah. Satu kentang panggang (dengan kulitnya) berukuran sedang memiliki 6 gr protein, lebih dari 1.500 mg potasium, dan kalori di bawah 300. Tambahkan dengan sayuran atau keju rendah lemak untuk dijadikan sajian pelengkap atau kudapan.
Plain yoghurt
Masyarakat Yunani senang mengonsumsi yoghurt tawar. Jika Anda tahan rasa tawarnya, simpan makanan itu di kulkas untuk memenuhi keinginan mengemil pada pagi atau malam hari tanpa perlu merasa bersalah. Yoghurt dengan kandungan 2 persen lemak akan memberikan rasa kenyang lebih lama, kalsium tinggi, protein, dan bakteri yang baik untuk perut.
Artichoke
Artichoke adalah makanan penghilang berat tubuh yang baik dan memiliki serat yang cukup banyak. Satu artichoke rebus memiliki 150 kalori dengan 10 gr protein, kalsium, dan asam folat. Untuk kudapan, makan artichoke dengan perasa tambahan, mayones, hummus, atau Italian dressing.
Pasta
Pasta tomat kalengan adalah makanan yang bisa membantu Anda menurunkan berat tubuh. Pasta tomat kalengan memiliki serat 5 gr per setengah cangkir. Gunakan pasta tomat kalengan untuk memberi rasa pada saus spageti atau tortillas.
Kacang almon
Memakan makanan dalam jumlah sedikit, tapi sering adalah salah satu strategi untuk menurunkan berat tubuh. Namun, perhatikan pula makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan aman untuk dikonsumsi adalah kacang almon. Setidaknya 10 butir kacang almon di jam-jam tertentu, di antara waktu makan besar, bisa membantu memenuhi keinginan untuk mengunyah, tapi tidak merusak diet. Kacang almon memiliki kandungan serat yang bisa bikin kenyang dan mudah dibawa.
Hati-Hati Menenggak Soft Drink
Soft drink... Minuman yang sangat ngetren di masyarakat (bahkan dikonsumsi oleh anak-anak) ini ternyata juga menyimpan bom waktu (istilah saya sendiri). Karena dari informasi yang saya tahu, soft drink masih lebih banyak ketidakbaikannya untuk kesehatan kita. Seperti salah satu artikel yang saya baca dari Metronews.com ini...
Metrotvnews.com, Washington: Orang yang menenggak soft drink dua kali atau lebih dalam seminggu memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker pankreas. "Gula jadi biang keladi," kata Mark Pereira dari University of Minnesota, baru-baru ini.
Orang yang menenggak jus buah selain soda tidak memiliki resiko yang sama. Penelitian dilakukan pada 60.000 orang di Singapura, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Menurut Pereira, tingkat gula yang tinggi dalam soft drink bisa meningkatkan insulin dalam tubuh. Kelebihan insulin berperan melahirkan sel kanker pankreas.
Pereira menyebutkan, kanker pankreas berkembang dalam diri 140 dari 60.524 relrelawan. Ternyata mereka minum soft drink dua kali atau lebih dalam seminggu.
Kanker pankreas adalah salah satu jenis kanker yang mematikan. Ada 230.000 kasus di dunia. Di Amerika Serikat, 37.680 orang didiagnosa menderita kanker pankreas dalam setahun dan 34.290 mati karena itu.
Menurut The American Cancer Society, kelangsungan hidup selama lima tahun dari penderita kanker pankreas sekitar 5 persen.
Beberapa peneliti percaya asupan gula yang tinggi dapat memicu kanker, meski bertentangan dengan bukti. Sel tumor menggunakan lebih banyak glukosa daripada sel-sel lain. Sekaleng soda non-diet berukuran 355 ml mengandung 130 kalori, kebanyakan berasal dari gula.
Metrotvnews.com, Washington: Orang yang menenggak soft drink dua kali atau lebih dalam seminggu memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker pankreas. "Gula jadi biang keladi," kata Mark Pereira dari University of Minnesota, baru-baru ini.
Orang yang menenggak jus buah selain soda tidak memiliki resiko yang sama. Penelitian dilakukan pada 60.000 orang di Singapura, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Menurut Pereira, tingkat gula yang tinggi dalam soft drink bisa meningkatkan insulin dalam tubuh. Kelebihan insulin berperan melahirkan sel kanker pankreas.
Pereira menyebutkan, kanker pankreas berkembang dalam diri 140 dari 60.524 relrelawan. Ternyata mereka minum soft drink dua kali atau lebih dalam seminggu.
Kanker pankreas adalah salah satu jenis kanker yang mematikan. Ada 230.000 kasus di dunia. Di Amerika Serikat, 37.680 orang didiagnosa menderita kanker pankreas dalam setahun dan 34.290 mati karena itu.
Menurut The American Cancer Society, kelangsungan hidup selama lima tahun dari penderita kanker pankreas sekitar 5 persen.
Beberapa peneliti percaya asupan gula yang tinggi dapat memicu kanker, meski bertentangan dengan bukti. Sel tumor menggunakan lebih banyak glukosa daripada sel-sel lain. Sekaleng soda non-diet berukuran 355 ml mengandung 130 kalori, kebanyakan berasal dari gula.
Ibu 40 Tahun Berisiko Lahirkan Anak Autis
Artikel ini baru hari ini saya dapet dari Metronews.com.
Studi menemukan, setiap pertambahan usia lima tahun, risiko perempuan memiliki anak autisme meningkat sebesar 18 persen. Artinya, perempuan yang melahirkan di usia 40 atau lebih berisiko 50 persen lebih besar memiliki anak dengan autisme dibandingkan perempuan yang melahirkan di usia antara 25 dan 29, dan berisiko 77 persen lebih besar memiliki anak autisme dibandingkan perempuan yang melahirkan sebelum usia 25.
Berbeda dengan studi sebelumnya yang menunjukkan peningkatan risiko ayah yang lebih tua memilki anak autisme, penelitian ini tidak menemukan hubungan antara autisme dan usia ayah, kecuali satu pengecualian, laki-laki lebih tua memiliki anak dengan istri yang jauh lebih muda.
Laki-laki berusia di atas 40 yang memiliki anak dengan perempuan di bawah usia 30 berisiko 60 persen lebih besar memiliki anak dengan autisme dibandingkan laki-laki usia 25 hingga 29 yang memiliki anak dengan perempuan muda.
Akan tetapi, usia ibu bukan satu-satunya faktor yang memicu anak dengan autisme. Geraldine Dawson dari Autism Speaks memuji peneliti karena menggunakan data yang begitu besar untuk mengungkap efek usia orang tua terhadap risiko autisme. Akan tetapi, dia juga mengingatkan agar para ibu tidak perlu cemas.
"Kita perlu melihat temuan ini secara menyeluruh," terang Dawson, seperti dikutip situs healthday.com."Studi ini penting, tapi peningkatan kasus autisme tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja. Kita akan menemukan faktor-faktor lainnya, dan usia ibu yang lebih tua merupakan salah satu di antara banyak faktor tersebut."
Kolesterol...
Kalo dulu saya kenal kata "Kolesterol" ini, pikiran saya langsung tertuju pada orang-orang yang sudah tua. Karena dulu menurut saya dan setau saya, penyakit atau masalah kolesterol ini selalu diderita oleh orang yang sudah berumur setengah baya (rata-rata). Tapi kenyataan saat ini yang saya tau. Malahan kolesterol ini bisa diderita oleh orang yang terhitung masih berusia muda (sekitar 30 tahunan).
Salah seorang teman saya (wanita) berusia 34 tahun telah menderita kolesterol yang bisa dibilang lumayan. Karena begitu dia memakan makanan yang mengandung kolesterol, kontan badan langsung bereaksi. Salah satunya kepala sakit dan mual pada perut.
Saya pikir, kolesterol ini bisa diakibatkan oleh pola makan yang tidak terjaga. Padahal saya sendiri pun kurang menjaga pola makan.
Sampai kemudian saya temukan salah satu artikel kolesterol di (lagi-lagi) site Prevention Indonesia.
Waspadai : Lemak Jenuh!
Turunkan lemak jenuh langsung ke pusatnya.
Sebagian besar kolesterol di dalam darah tidak berasal dari makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Melainkan karena banyaknya asupan makanan tinggi lemak jenuh, yang kemudian diproses oleh tubuh.
Alhasil semakin banyak kita mengonsumsinya, produksi lemak jenuh pun semakin menumpuk. Itu mengapa, kita berkali-kali diingatkan untuk memperhatikan konsumsi lemak harian. Kita harus menjaga agar tak lebih dari 25% total kalori per hari. Dari persentase itu, buat lagi perbandingan konsumsi antara lemak tak jenuh ganda, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak jenuh.
Rasio yang disarankan adalah 2:2:1. “Lemak jenuh itu bagiannya sedikit sekali, karena merupakan cikal bakal penimbunan lemak di tubuh. Selain itu, juga sebagai bahan utama pembentukan kolesterol terutama LDL atau yang sering disebut kolesterol jahat. Dan berpotensi menyebabkan perlemakkan, khususnya di jantung dan hati,” jelas Dr. Diani Adrina, Sp.GK., spesialis gizi RS. Mitra Kemayoran.
Untuk memenuhi rasio tersebut, kita bisa menyiasatinya dengan memilih minyak goreng dan jenis makanan yang tepat. Perbanyak konsumsi ikan laut, yang kadar lemak jenuhnya rendah. Saat makan ayam, singkirkan kulitnya.
Lemak jenuh juga banyak terdapat di dalam daging merah. Jadi mengolah daging sebaiknya tanpa menggunakan minyak atau santan. Akan lebih baik juga jika kita mengukus atau membuat sayur bening seperti sup. Pilih daging has dalam yang mengandung lemak lebih sedikit.
Pada sajian makanan sebesar 200 kalori, kandungan lemak jenuhnya tidak boleh lebih dari 2 gram. Jika dalam sehari total kalori yang kita makan sebesar 1.600, maka kandungan maksimal lemak jenuhnya adalah 17,5 gram. Untuk memudahkan hitung-hitungan kalori Anda, gunakan Kalkulator Kalori. (Christina/Siagian Priska)
Salah seorang teman saya (wanita) berusia 34 tahun telah menderita kolesterol yang bisa dibilang lumayan. Karena begitu dia memakan makanan yang mengandung kolesterol, kontan badan langsung bereaksi. Salah satunya kepala sakit dan mual pada perut.
Saya pikir, kolesterol ini bisa diakibatkan oleh pola makan yang tidak terjaga. Padahal saya sendiri pun kurang menjaga pola makan.
Sampai kemudian saya temukan salah satu artikel kolesterol di (lagi-lagi) site Prevention Indonesia.
Waspadai : Lemak Jenuh!
Turunkan lemak jenuh langsung ke pusatnya.
Sebagian besar kolesterol di dalam darah tidak berasal dari makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Melainkan karena banyaknya asupan makanan tinggi lemak jenuh, yang kemudian diproses oleh tubuh.
Alhasil semakin banyak kita mengonsumsinya, produksi lemak jenuh pun semakin menumpuk. Itu mengapa, kita berkali-kali diingatkan untuk memperhatikan konsumsi lemak harian. Kita harus menjaga agar tak lebih dari 25% total kalori per hari. Dari persentase itu, buat lagi perbandingan konsumsi antara lemak tak jenuh ganda, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak jenuh.
Rasio yang disarankan adalah 2:2:1. “Lemak jenuh itu bagiannya sedikit sekali, karena merupakan cikal bakal penimbunan lemak di tubuh. Selain itu, juga sebagai bahan utama pembentukan kolesterol terutama LDL atau yang sering disebut kolesterol jahat. Dan berpotensi menyebabkan perlemakkan, khususnya di jantung dan hati,” jelas Dr. Diani Adrina, Sp.GK., spesialis gizi RS. Mitra Kemayoran.
Untuk memenuhi rasio tersebut, kita bisa menyiasatinya dengan memilih minyak goreng dan jenis makanan yang tepat. Perbanyak konsumsi ikan laut, yang kadar lemak jenuhnya rendah. Saat makan ayam, singkirkan kulitnya.
Lemak jenuh juga banyak terdapat di dalam daging merah. Jadi mengolah daging sebaiknya tanpa menggunakan minyak atau santan. Akan lebih baik juga jika kita mengukus atau membuat sayur bening seperti sup. Pilih daging has dalam yang mengandung lemak lebih sedikit.
Pada sajian makanan sebesar 200 kalori, kandungan lemak jenuhnya tidak boleh lebih dari 2 gram. Jika dalam sehari total kalori yang kita makan sebesar 1.600, maka kandungan maksimal lemak jenuhnya adalah 17,5 gram. Untuk memudahkan hitung-hitungan kalori Anda, gunakan Kalkulator Kalori. (Christina/Siagian Priska)
Dicari Lingkungan Perumahan Yang Aman Dari Diabetes
Source: Prevention Indonesia
Dibutuhkan fasilitas perumahan yang mendukung gaya hidup sehat.
Makin banyaknya orang yang mengidap penyakit diabetes, membuat penyakit ini tidak hanya menjadi urusan orang per orang. Bahkan sebuah penelitian yang dimuat di Archives of Internal Medicine mengungkapkan, pengembangan komplek perumahan diminta untuk menciptakan lingkungan yang menjauhkan penghuni kompleknya dari penyakit diabetes.
Amy H. Auchincloss, PhD, MPH, dari Drexel University School of Public Health yang melakukan penelitian tersebut, menjelaskan diabetes telah menjadi penyakit epidemik karena terjadi dihampir seluruh dunia. Penyakit ini timbul karena adanya perubahan gaya hidup di seluruh belahan dunia, mulai dari konsumsi makanan sampai aktivitas fisik.
“Dan pengembang perumahan turut menyumbang penambahan jumlah pengidap diabetes, karena mereka tidak memberikan fasilitas perumahan yang menyehatkan penghuninya,” ucapnya sambil bercerita penelitian yang dilakukannya bersama tim memakan waktu hingga 5 tahun. Penelitian melibatkan 2.285 orang yang berusia 45-84 tahun.
Responden diambil dari tiga perumahan berbeda di Amerika Serikat. Mereka kemudian diukur gula darah, indeks masa tubuhnya, serta level aktivitas fisiknya. Amy mengamati, bagaimana lingkungan perumahan bisa mengoptimalkan penerapan gaya hidup sehat melalui fasilitas yang disediakan. Apakah itu pusat perbelanjaan yang menyediakan sayur dan buah-buahan yang segar, bahan pangan yang rendah lemak, dan sarana olahraga.
Setelah itu, peneliti juga menghitung intensitas penghuni komplek perumahaan untuk menikmati semua fasilitas tersebut. Semakin mudah penghuni komplek perumahaan mengakses semua faktor pendukung gaya hidup sehat, maka mendapat nilai 5 yang artinya lingkungan perumahan yang sehat. Sedangkan komplek perumahan yang tidak mendukung sama sekali nilainya hanya 1.
Hasil 5 tahun pengamatan menunjukkan, 10,2 persen responden mengalami status kesehatan yang merosot yang ditandai dengan vonis diabetes dari dokter. Sebab secara rata-rata poinnya hanya 3.68 untuk lingkungan perumahan hanya mampu mendukung gaya hidup sehat melalui fasilitas olahraga. Sedangkan untuk fasilitas makanan sehat poinnya hanya 3.36.
Jika pengembang perumahaan menyediakan fasilitas untuk hidup sehat, mereka tidak hanya menyelamatkan satu individu dari diabetes tapi satu komunitas. “Maka sangat mungkin bagi dunia untuk keluar dari penyakit yang umumnya ditandai dengan obesitas ini, jika ada komitmen yang penuh dari para pengembang.”
Bagi Amy, fasilitas pendukung gaya hidup sehat ini tidak perlu yang berbau teknologi tinggi. Cukup dengan menyediakan jogging track, taman sehat, dan pasar sehat, maka bisa mendorong penghuninya untuk hidup lebih sehat lagi. (Siagian Priska)
Dibutuhkan fasilitas perumahan yang mendukung gaya hidup sehat.
Makin banyaknya orang yang mengidap penyakit diabetes, membuat penyakit ini tidak hanya menjadi urusan orang per orang. Bahkan sebuah penelitian yang dimuat di Archives of Internal Medicine mengungkapkan, pengembangan komplek perumahan diminta untuk menciptakan lingkungan yang menjauhkan penghuni kompleknya dari penyakit diabetes.
Amy H. Auchincloss, PhD, MPH, dari Drexel University School of Public Health yang melakukan penelitian tersebut, menjelaskan diabetes telah menjadi penyakit epidemik karena terjadi dihampir seluruh dunia. Penyakit ini timbul karena adanya perubahan gaya hidup di seluruh belahan dunia, mulai dari konsumsi makanan sampai aktivitas fisik.
“Dan pengembang perumahan turut menyumbang penambahan jumlah pengidap diabetes, karena mereka tidak memberikan fasilitas perumahan yang menyehatkan penghuninya,” ucapnya sambil bercerita penelitian yang dilakukannya bersama tim memakan waktu hingga 5 tahun. Penelitian melibatkan 2.285 orang yang berusia 45-84 tahun.
Responden diambil dari tiga perumahan berbeda di Amerika Serikat. Mereka kemudian diukur gula darah, indeks masa tubuhnya, serta level aktivitas fisiknya. Amy mengamati, bagaimana lingkungan perumahan bisa mengoptimalkan penerapan gaya hidup sehat melalui fasilitas yang disediakan. Apakah itu pusat perbelanjaan yang menyediakan sayur dan buah-buahan yang segar, bahan pangan yang rendah lemak, dan sarana olahraga.
Setelah itu, peneliti juga menghitung intensitas penghuni komplek perumahaan untuk menikmati semua fasilitas tersebut. Semakin mudah penghuni komplek perumahaan mengakses semua faktor pendukung gaya hidup sehat, maka mendapat nilai 5 yang artinya lingkungan perumahan yang sehat. Sedangkan komplek perumahan yang tidak mendukung sama sekali nilainya hanya 1.
Hasil 5 tahun pengamatan menunjukkan, 10,2 persen responden mengalami status kesehatan yang merosot yang ditandai dengan vonis diabetes dari dokter. Sebab secara rata-rata poinnya hanya 3.68 untuk lingkungan perumahan hanya mampu mendukung gaya hidup sehat melalui fasilitas olahraga. Sedangkan untuk fasilitas makanan sehat poinnya hanya 3.36.
Jika pengembang perumahaan menyediakan fasilitas untuk hidup sehat, mereka tidak hanya menyelamatkan satu individu dari diabetes tapi satu komunitas. “Maka sangat mungkin bagi dunia untuk keluar dari penyakit yang umumnya ditandai dengan obesitas ini, jika ada komitmen yang penuh dari para pengembang.”
Bagi Amy, fasilitas pendukung gaya hidup sehat ini tidak perlu yang berbau teknologi tinggi. Cukup dengan menyediakan jogging track, taman sehat, dan pasar sehat, maka bisa mendorong penghuninya untuk hidup lebih sehat lagi. (Siagian Priska)
Si Kuning untuk Diabetes
Source: Prevention Indonesia
Asupan tepat penurun risiko diabetes.
Ingin terhindar dari diabetes? Tambahkan asupan vitamin C dalam menu harian kita.
Ternyata mengkonsumsi sumber vitamin C terbaik dari sayuran dan buah-buahan (terutama yang berwarna kuning), seperti jeruk, stroberi, pepaya, blewah, paprika merah, dan brokoli bisa menghindari kita dari risiko diabetes.
Archives of Internal Medicine Reports mengumumkan hal tersebut setelah mendapat laporan hasil yang telah dilakukan selama 12 tahun terhadap 21.831. segala asupan yang kaya akan vitamin C berpotensi menurunkan risiko diabetes hingga 62%.
Apa sih yang membuat vitamin C istimewa? Nita Forouhi, Ph.D., ketua penelitian dari Institute of Metabolis Science dari Addenbrooke’s Hospital di Inggris, menjelaskan vitamin C bisa berfungsi menurunkan kadar radikal bebas yang meningkatkan kadar glukosa yang dapat memicu diabetes. (Astrid Anastasia)
Asupan tepat penurun risiko diabetes.
Ingin terhindar dari diabetes? Tambahkan asupan vitamin C dalam menu harian kita.
Ternyata mengkonsumsi sumber vitamin C terbaik dari sayuran dan buah-buahan (terutama yang berwarna kuning), seperti jeruk, stroberi, pepaya, blewah, paprika merah, dan brokoli bisa menghindari kita dari risiko diabetes.
Archives of Internal Medicine Reports mengumumkan hal tersebut setelah mendapat laporan hasil yang telah dilakukan selama 12 tahun terhadap 21.831. segala asupan yang kaya akan vitamin C berpotensi menurunkan risiko diabetes hingga 62%.
Apa sih yang membuat vitamin C istimewa? Nita Forouhi, Ph.D., ketua penelitian dari Institute of Metabolis Science dari Addenbrooke’s Hospital di Inggris, menjelaskan vitamin C bisa berfungsi menurunkan kadar radikal bebas yang meningkatkan kadar glukosa yang dapat memicu diabetes. (Astrid Anastasia)
Kikis Gula Darah Dalam 7 hari
Source: Prevention Indonesia
Atasi diabetes dengan berjalan.
Pangkas kadar gula darah di dalam darah hanya dengan berjalan dalam 7 hari. Penasaran?
Pernyataan ini merupakan kesimpulan dari penemuan University of Michigan, dimana olahraga jalan kaki dapat menurunkan gejala awal diabetes tipe 2 hanya dalam wakru seminggu. Wanita yang rutin berjalan akan meningkatkan sensitivitas insulin mereka hingga 59%. Selain itu, tubuh mereka juga mampu memproduksi dan menjaga kadar insulin naik hingga 31%. Turunkan risiko diabetes hingga 58% dengan rutin berjalan kaki. (Astrid Anastasia)
Atasi diabetes dengan berjalan.
Pangkas kadar gula darah di dalam darah hanya dengan berjalan dalam 7 hari. Penasaran?
Pernyataan ini merupakan kesimpulan dari penemuan University of Michigan, dimana olahraga jalan kaki dapat menurunkan gejala awal diabetes tipe 2 hanya dalam wakru seminggu. Wanita yang rutin berjalan akan meningkatkan sensitivitas insulin mereka hingga 59%. Selain itu, tubuh mereka juga mampu memproduksi dan menjaga kadar insulin naik hingga 31%. Turunkan risiko diabetes hingga 58% dengan rutin berjalan kaki. (Astrid Anastasia)
Minuman Pengendali Gula Darah
Source: Prevention Indonesia
Nikmati hangatnya khasiat teh chamomile bagi kadar gula kita.
21% dari wanita berusia 40 hingga 60 tahun mengkonsumsi teh herbal jenis chamomile. Kenapa?
Selain memberikan rasa yang menenangkan, teh chamomile juga dapat meringkan kita dari gangguan diabetes. Ingin tidur pulas dan gula darah tetap terkendali? Biasakan diri kita untuk bisa menyeruput nikmatnya secangkir teh tersebut di malam hari.
Fakta ini didukung oleh hasil dari sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, bahwa kadar gula akan mengalami penurunan secara signifikan dengan mengkonsumsi teh chamomile selama 21 hari. Studi lain juga menunjukkan khasiat meminum teh chamomile sebagai pendamping saat bersantap, bisa menghindari kita dari terjadinya komplikasi diabetes seperti kehilangan penglihatan, kerusakan pada saraf dan ginjal.
Walaupun penelitian ini masih dilanjutkan, tidak ada salhnya kita mengkonsumsi teh chamomile setiap hari. (Astrid Anastasia)
Nikmati hangatnya khasiat teh chamomile bagi kadar gula kita.
21% dari wanita berusia 40 hingga 60 tahun mengkonsumsi teh herbal jenis chamomile. Kenapa?
Selain memberikan rasa yang menenangkan, teh chamomile juga dapat meringkan kita dari gangguan diabetes. Ingin tidur pulas dan gula darah tetap terkendali? Biasakan diri kita untuk bisa menyeruput nikmatnya secangkir teh tersebut di malam hari.
Fakta ini didukung oleh hasil dari sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, bahwa kadar gula akan mengalami penurunan secara signifikan dengan mengkonsumsi teh chamomile selama 21 hari. Studi lain juga menunjukkan khasiat meminum teh chamomile sebagai pendamping saat bersantap, bisa menghindari kita dari terjadinya komplikasi diabetes seperti kehilangan penglihatan, kerusakan pada saraf dan ginjal.
Walaupun penelitian ini masih dilanjutkan, tidak ada salhnya kita mengkonsumsi teh chamomile setiap hari. (Astrid Anastasia)
Kita Bahagia, Gula Darah Sehat
Source: Prevention Indonesia
Siasat Jauhi Diabetes
Ya, cobalah mencari berbagai hal yang dapat membuat Anda bahagia. Hati yang senang dapat menjaga kadar gula semakin sehat
Sebuah studi telah membuktikan bahwa mereka yang terserang depresi memiliki kecenderungan sekitar 42% untuk terkena diabetes. Semakin merasa sedih, maka semakin besar kecenderungan untuk diabetes.
Para peneliti memperkirakan bersedih hati adalah salah satu penyebab kondisi tubuh jadi tak sehat. Apalagi jika disertai ”acara” mengurung diri di kamar, merokok, atau minum alkohol.
Semua perilaku di atas dapat memicu diabetes. Bahkan tanpa kebiasaan buruk pun, orang-orang yang depresi tetap cenderung akan menderita diabetes.
Mengatasi depresi memang tak mudah. Konseling dan pengobatan lain juga tak cukup ampuh mengenyahkannya. Yang bisa kita lakukan adalah menjauhkan pikiran buruk dan sedih. Bersedih memang manusiawi. Tetapi sebaiknya jangan biarkan terlalu lama.
Selain itu, untuk mengurangi risiko diabetes, buanglah berat badan berlebih. Lalu, biasakan diri untuk mengontrol tekanan dan gula darah.
Siasat Jauhi Diabetes
Ya, cobalah mencari berbagai hal yang dapat membuat Anda bahagia. Hati yang senang dapat menjaga kadar gula semakin sehat
Sebuah studi telah membuktikan bahwa mereka yang terserang depresi memiliki kecenderungan sekitar 42% untuk terkena diabetes. Semakin merasa sedih, maka semakin besar kecenderungan untuk diabetes.
Para peneliti memperkirakan bersedih hati adalah salah satu penyebab kondisi tubuh jadi tak sehat. Apalagi jika disertai ”acara” mengurung diri di kamar, merokok, atau minum alkohol.
Semua perilaku di atas dapat memicu diabetes. Bahkan tanpa kebiasaan buruk pun, orang-orang yang depresi tetap cenderung akan menderita diabetes.
Mengatasi depresi memang tak mudah. Konseling dan pengobatan lain juga tak cukup ampuh mengenyahkannya. Yang bisa kita lakukan adalah menjauhkan pikiran buruk dan sedih. Bersedih memang manusiawi. Tetapi sebaiknya jangan biarkan terlalu lama.
Selain itu, untuk mengurangi risiko diabetes, buanglah berat badan berlebih. Lalu, biasakan diri untuk mengontrol tekanan dan gula darah.
Diet Penyelamat Kadar Gula Darah
Source: Prevention Indonesia
Pola makan yang dianjurkan kepada pengidap diabetes.
Bagi pengidap diabetes, menjaga kadar gula dalam darah adalah keharusan. Kuncinya dengan menjaga pola makan atau diet. Salah satu diet yang dapat mengurangi gejala diabetes tipe-2 adalah diet pritikin. Apakah benar, diet ini dapat menurunkan kadar gula darah hanya dalam waktu 3 minggu?
Diet pritikin adalah pola makan yang menyantap makanan rendah lemak, atau bahkan tidak berlemak sama sekali. Tapi jangan sampai menyamakan diet ini dengan vegetarian, karena asupan ikan masih dilegalkan.
Di tiga hari pertama menerapkan diet ini, perut serasa tidak nyaman. Tapi selanjutnya, perut akan kembali normal. Terbukti dalam waktu seminggu, kadar gula darah bisa turun hingga 7% dan menyusutkan berat badan hinngga 4.5kg. Untuk hasil yang lebih maksimal, berolahragalah dengan cukup dan teratur. Minimal 3 kali dalam seminggu.
Panduan Utama :
Kunyahlah sayur dan buah sebanyak-banyaknya. Tapi kita harus membatasi menikmati jus, 1 cangkir setiap hari. Sebab, kandungan gula dapat meningkatkan gula dalam darah.
Asupan ikan, lebih baik ketimbang daging merah. Porsi yang disarankan, sebesar telapak tangan. Asupan lain yang dapat menjadi pilihan, sumber protein lain seperti kacang-kacangan.
Rutin berolahraga. Olahraga satu jam sehari, membantu mengurangi kadar insulin. Jika dilakukan secara rutin, minimal 3 kali seminggu dapat menjaga insulin dalam keadaan normal. (Siagian Priska)
Pola makan yang dianjurkan kepada pengidap diabetes.
Bagi pengidap diabetes, menjaga kadar gula dalam darah adalah keharusan. Kuncinya dengan menjaga pola makan atau diet. Salah satu diet yang dapat mengurangi gejala diabetes tipe-2 adalah diet pritikin. Apakah benar, diet ini dapat menurunkan kadar gula darah hanya dalam waktu 3 minggu?
Diet pritikin adalah pola makan yang menyantap makanan rendah lemak, atau bahkan tidak berlemak sama sekali. Tapi jangan sampai menyamakan diet ini dengan vegetarian, karena asupan ikan masih dilegalkan.
Di tiga hari pertama menerapkan diet ini, perut serasa tidak nyaman. Tapi selanjutnya, perut akan kembali normal. Terbukti dalam waktu seminggu, kadar gula darah bisa turun hingga 7% dan menyusutkan berat badan hinngga 4.5kg. Untuk hasil yang lebih maksimal, berolahragalah dengan cukup dan teratur. Minimal 3 kali dalam seminggu.
Panduan Utama :
Kunyahlah sayur dan buah sebanyak-banyaknya. Tapi kita harus membatasi menikmati jus, 1 cangkir setiap hari. Sebab, kandungan gula dapat meningkatkan gula dalam darah.
Asupan ikan, lebih baik ketimbang daging merah. Porsi yang disarankan, sebesar telapak tangan. Asupan lain yang dapat menjadi pilihan, sumber protein lain seperti kacang-kacangan.
Rutin berolahraga. Olahraga satu jam sehari, membantu mengurangi kadar insulin. Jika dilakukan secara rutin, minimal 3 kali seminggu dapat menjaga insulin dalam keadaan normal. (Siagian Priska)
Hilangkan Jejak Gula dalam Darah
Source: Prevention Indonesia
Olahraga teratur memecah gula tanpa bersisa.
Percayakah Anda kalau gula yang masuk dalam tubuh tidak hanya merubah diri menjadi kalori? Karena ternyata, gula yang menumpuk terlalu lama dalam tubuh juga menyebabkan pembuluh darah kehilangan elastisitasnya. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menghapus jejak gula pada pembuluh darah?
Washington University School of Medicine menemukan fakta, olahraga adalah penghapus sisa-sisa gula yang menempel pada dinding pembuluh darah. Mereka melihat bagaimana sebuah permen dan minuman soda bekerja dalam tubuh setelah berolahraga di atas treadmill.
Hasilnya, dalam waktu 17 jam setelah olahraga dilakukan, jantung bekerja normal. Bahkan secara gradual, elastisitas pembuluh darah meningkat sehingga jantung memompa 28 % lebih baik dibanding yang tidak melakukan olahraga setelah menikmati makanan mengandung gula. Dengan berhasil memecah gula dengan sempurna, para peneliti menegaskan kita telah mampu menyelamatkan diri dari serangan jantung.(Siagian Priska)
Olahraga teratur memecah gula tanpa bersisa.
Percayakah Anda kalau gula yang masuk dalam tubuh tidak hanya merubah diri menjadi kalori? Karena ternyata, gula yang menumpuk terlalu lama dalam tubuh juga menyebabkan pembuluh darah kehilangan elastisitasnya. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menghapus jejak gula pada pembuluh darah?
Washington University School of Medicine menemukan fakta, olahraga adalah penghapus sisa-sisa gula yang menempel pada dinding pembuluh darah. Mereka melihat bagaimana sebuah permen dan minuman soda bekerja dalam tubuh setelah berolahraga di atas treadmill.
Hasilnya, dalam waktu 17 jam setelah olahraga dilakukan, jantung bekerja normal. Bahkan secara gradual, elastisitas pembuluh darah meningkat sehingga jantung memompa 28 % lebih baik dibanding yang tidak melakukan olahraga setelah menikmati makanan mengandung gula. Dengan berhasil memecah gula dengan sempurna, para peneliti menegaskan kita telah mampu menyelamatkan diri dari serangan jantung.(Siagian Priska)
Cara Memutus Ketertarikan Pada Gula
Source: Prevention Indonesia
3 Langkah mudah mengurangi asupan gula.
Suka atau tidak, hampir semua makanan yang kita temui pasti memiliki kandungan gula. Mulai dari makanan hingga minuman kemasan, semuanya memasukkan gula sebagai penambah sensasi rasa. Alhasil tanpa disadari, setiap harinya kita telah menambah asupan gula ke dalam tubuh sebanyak satu sendok teh.
Tapi menurut Rachel K. Johnson,PhD, MPH,RD, profesor nutrisi dari University of Vermont, kita masih bisa mengakali keadaan untuk mengurangi asupan gula yang dapat menyelamatkan jantung dan berat badan kita. Inilah 3 langkah mudah yang diberikan Johnson:
1. Jadikan buah sebagai dessert. Mulai sekarang, jangan tergiur dengan kue-kue manis atau es krim yang disajikan saat kita menghadiri jamuan makan dari kolega. Arahkan pandangan pada meja prasmanan yang menyediakan buah, sebab ini tidak hanya menyelamatkan tubuh dari tumpukan gula tapi juga memberikan tubuh zat pelawan kanker. Adalah antioksidan dan serat dari buah yang menyelamatkan kita dari risiko tersebut.
2. Buatlah minuman jus buah sendiri. Ini adalah cara untuk memastikan diri, tidak ada tambahan gula pada minuman sehat kita.
3. Buat juga yogurt sendiri. Percaya atau tidak, yogurt yang dikemas dengan apik pun diberi tambahan gula. Lalu taburi yogurt dengan potongan buah segar untuk mengoptimalkan khasiat yogurt. (Siagian Priska)
3 Langkah mudah mengurangi asupan gula.
Suka atau tidak, hampir semua makanan yang kita temui pasti memiliki kandungan gula. Mulai dari makanan hingga minuman kemasan, semuanya memasukkan gula sebagai penambah sensasi rasa. Alhasil tanpa disadari, setiap harinya kita telah menambah asupan gula ke dalam tubuh sebanyak satu sendok teh.
Tapi menurut Rachel K. Johnson,PhD, MPH,RD, profesor nutrisi dari University of Vermont, kita masih bisa mengakali keadaan untuk mengurangi asupan gula yang dapat menyelamatkan jantung dan berat badan kita. Inilah 3 langkah mudah yang diberikan Johnson:
1. Jadikan buah sebagai dessert. Mulai sekarang, jangan tergiur dengan kue-kue manis atau es krim yang disajikan saat kita menghadiri jamuan makan dari kolega. Arahkan pandangan pada meja prasmanan yang menyediakan buah, sebab ini tidak hanya menyelamatkan tubuh dari tumpukan gula tapi juga memberikan tubuh zat pelawan kanker. Adalah antioksidan dan serat dari buah yang menyelamatkan kita dari risiko tersebut.
2. Buatlah minuman jus buah sendiri. Ini adalah cara untuk memastikan diri, tidak ada tambahan gula pada minuman sehat kita.
3. Buat juga yogurt sendiri. Percaya atau tidak, yogurt yang dikemas dengan apik pun diberi tambahan gula. Lalu taburi yogurt dengan potongan buah segar untuk mengoptimalkan khasiat yogurt. (Siagian Priska)
Trik Kendalikan Kadar Gula Darah
Source: Prevention Indonesia
Strategi membuat gula darah stabil selama puasa.
Glukosa adalah sumber energi dalam tubuh, sedangkan glikogen adalah cadangan gula yang ditimbun di otot dan hati. Sedangkan pada pengidap diabetes, kemampuannya untuk menyerap glukosa sangat terbatas sehingga tubuh membutuhkan insulin yang tinggi.
Untuk itu, pengidap diabetes perlu memilih-milih makanan yang aman agar mampu memberikan tambahan energi selama berpuasa. Dr. Samuel Oetoro, MS.SpGK dari Semanggi Specialist Clinic, menyarankan untuk mengatur pembagian porsi makan yang terdiri dari 40% dikonsumsi waktu makan sahur, 50% waktu berbuka, dan 10% sebelum tidur.
“Dan pilih makanan dengan indeks glikemik tinggi karena sepanjang berpuasa kadar gula darah kita terus turun,” paparnya saat ditemui di acara Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan beberapa waktu lalu di Jakarta. Makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah sumber karbohidrat yang kemampuannya menaikkan gula darah sangat cepat.
Jus buah adalah salah satu alternatif makanan berbuka dengan indeks glikemik tinggi. Tidak hanya itu, Samuel juga bercerita, jus buah mengandung fruktosa. Ini berarti, penyerapannya dalam tubuh tidak membutuhkan insulin. Berbeda halnya dengan makanan yang mengandung glukosa akan membebani pengidap diabetes karena butuh insulin untuk memecahnya dalam tubuh. Dan buah yang memiliki sifat ini adalah durian, pisang, nangka, mangga, serta sawo.
Sedangkan untuk makan utamanya, pengidap diabetes sebaiknya memilih nasi merah dengan porsi yang disesuaikan kebutuhan mereka. Sebab nasi merah adalah karbohidrat berserat yang membuat penyerapannya dalam tubuh berjalan lambat dan bagi pengidap diabetes, ini artinya menurunnya kadar gula dalam darah juga terjadi secara perlahan.
“Inilah yang disebut dengan trik aman berpuasa bagi pengidap diabetes, yaitu memiliki skill manajemen gula yang disertai dengan olah raga.” Jika semua ini dilakukan secara ketat, Samuel menyakini kadar gula darah pengidap diabetes akan selalu stabil. (Siagian Priska)
Strategi membuat gula darah stabil selama puasa.
Glukosa adalah sumber energi dalam tubuh, sedangkan glikogen adalah cadangan gula yang ditimbun di otot dan hati. Sedangkan pada pengidap diabetes, kemampuannya untuk menyerap glukosa sangat terbatas sehingga tubuh membutuhkan insulin yang tinggi.
Untuk itu, pengidap diabetes perlu memilih-milih makanan yang aman agar mampu memberikan tambahan energi selama berpuasa. Dr. Samuel Oetoro, MS.SpGK dari Semanggi Specialist Clinic, menyarankan untuk mengatur pembagian porsi makan yang terdiri dari 40% dikonsumsi waktu makan sahur, 50% waktu berbuka, dan 10% sebelum tidur.
“Dan pilih makanan dengan indeks glikemik tinggi karena sepanjang berpuasa kadar gula darah kita terus turun,” paparnya saat ditemui di acara Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan beberapa waktu lalu di Jakarta. Makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah sumber karbohidrat yang kemampuannya menaikkan gula darah sangat cepat.
Jus buah adalah salah satu alternatif makanan berbuka dengan indeks glikemik tinggi. Tidak hanya itu, Samuel juga bercerita, jus buah mengandung fruktosa. Ini berarti, penyerapannya dalam tubuh tidak membutuhkan insulin. Berbeda halnya dengan makanan yang mengandung glukosa akan membebani pengidap diabetes karena butuh insulin untuk memecahnya dalam tubuh. Dan buah yang memiliki sifat ini adalah durian, pisang, nangka, mangga, serta sawo.
Sedangkan untuk makan utamanya, pengidap diabetes sebaiknya memilih nasi merah dengan porsi yang disesuaikan kebutuhan mereka. Sebab nasi merah adalah karbohidrat berserat yang membuat penyerapannya dalam tubuh berjalan lambat dan bagi pengidap diabetes, ini artinya menurunnya kadar gula dalam darah juga terjadi secara perlahan.
“Inilah yang disebut dengan trik aman berpuasa bagi pengidap diabetes, yaitu memiliki skill manajemen gula yang disertai dengan olah raga.” Jika semua ini dilakukan secara ketat, Samuel menyakini kadar gula darah pengidap diabetes akan selalu stabil. (Siagian Priska)
Berolahragalah untuk Gula Darah
Source: Prevention Indonesia
-Olahraga membantu penyerapan gula dalam tubuh-
Selain mengatur pola makan, pengidap diabetes juga harus rajin berolahraga. Karena olahraga, membantu tubuh untuk maksimal menyerap semua gula yang beredar di dalam tubuh. Tapi bukankah olahraga juga memicu eksresi keringat sehingga cepat membuat haus? Terlebih ketika puasa, bolehkah pengidap diabetes berolahraga?
“Jangan selalu mengidentikan olahraga dengan cucuran keringat berlebihan, khususnya bagi pengidap diabetes,” ucap Dr. Michael Triangto,SpOK, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+Health Sports Therapy. Maka olahraga yang cocok adalah yang bersifat aerobik dan bukan senam aerobik. Sebab senam aerobik memiliki gerakan yang berulang-ulang dengan waktu yang pendek, maka terasa lebih berat. Alhasil pengidap diabetes akan mudah terengah-engah dan mempercepat terjadinya penurunan darah.
Lalu olahraga seperti apa yang bersifat aerobik? Michael menyebutkan, jalan cepat atau bersepeda santai bisa menjadi pilihan. Tapi sebelum melakukan olahraga tersebut. Michael mengingatkan untuk melihat apakah ada penyakit lain yang menyertai diabetes. Sebab, bisa saja olahraga yang dilakukan baik untuk diabetesnya tapi tidak untuk komplikasi penyakit lain yang dialami.
Itu mengapa sebelum berolahraga harus didefinisikan tujuannya apa dan karena goal yang ingin dicapai adalah agar tetap sehat sepanjang puasa dan setelah puasa, maka harus dilakukan sesuai nilai kesehatan. Parameter untuk ini, lanjut Michael adalah pengukuran denyut jantung dengan rumus 220 dikurang usia dalam tahun. Hasil dari rumus itu adalah 100% dari denyut jantung dan untuk pengidap diabetes, batasannya adalah 50-70% dari denyut jantung maksimal.
Misalnya, pengidap diabetes yang berusia 30 tahun maka denyut maksimalnya adalah 190 per menit. Maka batasan denyut jantung ketika berjalan atau bersepeda santai adalah 80-133 per menit. Artinya, Michael menjelaskan, kurang dari 80 maka latihan yang dilakukan kurang bermanfaat tapi kalau lebih dari 133 itu berbahaya.
Jika berbicara mengenai manfaatnya, olahraga yang dilakukan dengan teratur dan untuk jangka waktu panjang dapat membantu otot menyerap gula atau glukosa yang beredar di dalam tubuh. Sebab pengidap diabetes sulit menyerap gula maka butuh insulin yang lebih tinggi agar glukosa yang ditumpuk mampu diserap.
“Dan dengan melatih otot yang bersifat aerobik, maka sensitivitas tubuh terhadap glukosa menjadi lebih besar”. Alhasil kadar gula dalam darah dapat lebih stabil dan bagi pengidap diabetes awal, olahraga teratur mampu melepaskan diri dari ketergantungan obat. (Siagian Priska)
-Olahraga membantu penyerapan gula dalam tubuh-
Selain mengatur pola makan, pengidap diabetes juga harus rajin berolahraga. Karena olahraga, membantu tubuh untuk maksimal menyerap semua gula yang beredar di dalam tubuh. Tapi bukankah olahraga juga memicu eksresi keringat sehingga cepat membuat haus? Terlebih ketika puasa, bolehkah pengidap diabetes berolahraga?
“Jangan selalu mengidentikan olahraga dengan cucuran keringat berlebihan, khususnya bagi pengidap diabetes,” ucap Dr. Michael Triangto,SpOK, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+Health Sports Therapy. Maka olahraga yang cocok adalah yang bersifat aerobik dan bukan senam aerobik. Sebab senam aerobik memiliki gerakan yang berulang-ulang dengan waktu yang pendek, maka terasa lebih berat. Alhasil pengidap diabetes akan mudah terengah-engah dan mempercepat terjadinya penurunan darah.
Lalu olahraga seperti apa yang bersifat aerobik? Michael menyebutkan, jalan cepat atau bersepeda santai bisa menjadi pilihan. Tapi sebelum melakukan olahraga tersebut. Michael mengingatkan untuk melihat apakah ada penyakit lain yang menyertai diabetes. Sebab, bisa saja olahraga yang dilakukan baik untuk diabetesnya tapi tidak untuk komplikasi penyakit lain yang dialami.
Itu mengapa sebelum berolahraga harus didefinisikan tujuannya apa dan karena goal yang ingin dicapai adalah agar tetap sehat sepanjang puasa dan setelah puasa, maka harus dilakukan sesuai nilai kesehatan. Parameter untuk ini, lanjut Michael adalah pengukuran denyut jantung dengan rumus 220 dikurang usia dalam tahun. Hasil dari rumus itu adalah 100% dari denyut jantung dan untuk pengidap diabetes, batasannya adalah 50-70% dari denyut jantung maksimal.
Misalnya, pengidap diabetes yang berusia 30 tahun maka denyut maksimalnya adalah 190 per menit. Maka batasan denyut jantung ketika berjalan atau bersepeda santai adalah 80-133 per menit. Artinya, Michael menjelaskan, kurang dari 80 maka latihan yang dilakukan kurang bermanfaat tapi kalau lebih dari 133 itu berbahaya.
Jika berbicara mengenai manfaatnya, olahraga yang dilakukan dengan teratur dan untuk jangka waktu panjang dapat membantu otot menyerap gula atau glukosa yang beredar di dalam tubuh. Sebab pengidap diabetes sulit menyerap gula maka butuh insulin yang lebih tinggi agar glukosa yang ditumpuk mampu diserap.
“Dan dengan melatih otot yang bersifat aerobik, maka sensitivitas tubuh terhadap glukosa menjadi lebih besar”. Alhasil kadar gula dalam darah dapat lebih stabil dan bagi pengidap diabetes awal, olahraga teratur mampu melepaskan diri dari ketergantungan obat. (Siagian Priska)
Kalahkan Gula Dengan Makanan
Source: Prevention Indonesia
3 Langkah mudah menyelamatkan diri dari diabetes.
Selain lemak yang menempel di dalam tubuh, kita juga sering kali kesulitan menjaga gula dalam darah tetap normal. Dan Prevention memiliki 3 langkah mudah untuk menyelamatkan kita dari risiko obesitas serta diabetes akibat asupan gula yang berlebihan. Yang lebih membuat trik ini menyenangkan adalah, kita melawannya bukan dengan obat atau suntikan, melainkan dengan makanan!
• Masukkan serat, vitamin D, omega-3, dan kalsium dalam menu kita sepanjang hari. Ini adalah nutrisi paling dibutuhkan untuk mencegah produksi insulin secara berlebihan. Artinya, gula dalam darah akan tetap stabil serta nafsu makan kita akan terus terkendali. Bonus tambahannya, nutrisi ini juga akan membuat energi kita tetap prima dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
• Makanlah dengan teratur dan sering. Definisikan teratur dan sering dengan makan setiap 3 atau 4 jam sekali. Yang artinya, 3 kali makan utama dan 2 kali mengemil. Langkah ini akan membuat otak mengirimkan sinyal lapar sesuai kadarnya yang membuat kita akan makan dengan porsi yang cukup, tidak berlebihan. Disamping itu, metode konsumsi seperti ini akan membuat tubuh mampu menjaga kadar gula dalam darah.
Kabar gembiranya, rumusan ini disepakati dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Penelitian mengenai intensitas makan dengan penurunan berat badan. Responden yang menerapkan pola konsumsi teratur dan sering, memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk menurunkan berat badan, disamping yang makan tanpa aturan.
• Awasi porsi makan kita. Ternyata untuk membuat tubuh tidak bekerja berlebihan akibat makanan yang masuk ke dalam tubuh, adalah dengan cara menjaga kalori yang masuk sesuai kebutuhan. Untuk mengetahui takaran kalori yang tepat, Prevention menyediakan kalkulator kalori untuk membantu kita menghitungnya. (Siagian Priska)
3 Langkah mudah menyelamatkan diri dari diabetes.
Selain lemak yang menempel di dalam tubuh, kita juga sering kali kesulitan menjaga gula dalam darah tetap normal. Dan Prevention memiliki 3 langkah mudah untuk menyelamatkan kita dari risiko obesitas serta diabetes akibat asupan gula yang berlebihan. Yang lebih membuat trik ini menyenangkan adalah, kita melawannya bukan dengan obat atau suntikan, melainkan dengan makanan!
• Masukkan serat, vitamin D, omega-3, dan kalsium dalam menu kita sepanjang hari. Ini adalah nutrisi paling dibutuhkan untuk mencegah produksi insulin secara berlebihan. Artinya, gula dalam darah akan tetap stabil serta nafsu makan kita akan terus terkendali. Bonus tambahannya, nutrisi ini juga akan membuat energi kita tetap prima dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
• Makanlah dengan teratur dan sering. Definisikan teratur dan sering dengan makan setiap 3 atau 4 jam sekali. Yang artinya, 3 kali makan utama dan 2 kali mengemil. Langkah ini akan membuat otak mengirimkan sinyal lapar sesuai kadarnya yang membuat kita akan makan dengan porsi yang cukup, tidak berlebihan. Disamping itu, metode konsumsi seperti ini akan membuat tubuh mampu menjaga kadar gula dalam darah.
Kabar gembiranya, rumusan ini disepakati dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Penelitian mengenai intensitas makan dengan penurunan berat badan. Responden yang menerapkan pola konsumsi teratur dan sering, memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk menurunkan berat badan, disamping yang makan tanpa aturan.
• Awasi porsi makan kita. Ternyata untuk membuat tubuh tidak bekerja berlebihan akibat makanan yang masuk ke dalam tubuh, adalah dengan cara menjaga kalori yang masuk sesuai kebutuhan. Untuk mengetahui takaran kalori yang tepat, Prevention menyediakan kalkulator kalori untuk membantu kita menghitungnya. (Siagian Priska)
Kebanyakan Gula = Gampang Sakit
Source: Prevention Indonesia
Cara kerja gula melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Peneliti menemukan keabnormalan pankreas pada orang yang menikmati gula terlalu berlebihan. Kondisi ini membuat pankreas memproduksi insulin secara terus menerus yang justru menekan hormon yang mengatur daya tahan tubuh.
Kita mungkin tidak banyak yang tahu kalau salah satu sifat insulin adalah beredar lama di dalam darah, meski gula atau glukosa sudah di metabolisme oleh tubuh. Sisa-sisa insulin inilah melemahkan sistem kekebalan tubuh kita.
Hal lain yang juga harus kita ketahui adalah, penelitian mengungkapkan tubuh memperlakukan gula putih (yang bentuknya bubuk halus) sebagai benda asing yang harus dilawan. Sebabnya, gula ini diproses dengan penyulingan dan mengandung senyawa kimia yang tidak bisa diolah tubuh. Alhasil, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengusir “racun” ini yang membuat kekebalan tubuh kewalahan.
William Sears, MD., pediatric dari California menjelaskan, “Seratus gram (8 sendok makan) gula dapat mengurangi kemampuan sel darah putih untuk membunuh kuman hingga 40 persen.” Dan ini berlangsung 30 menit setelah gula dikonsumsi serta berlangsung kurang lebih selama 5 jam! (Lily Turangan/Siagian Priska)
Cara kerja gula melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Peneliti menemukan keabnormalan pankreas pada orang yang menikmati gula terlalu berlebihan. Kondisi ini membuat pankreas memproduksi insulin secara terus menerus yang justru menekan hormon yang mengatur daya tahan tubuh.
Kita mungkin tidak banyak yang tahu kalau salah satu sifat insulin adalah beredar lama di dalam darah, meski gula atau glukosa sudah di metabolisme oleh tubuh. Sisa-sisa insulin inilah melemahkan sistem kekebalan tubuh kita.
Hal lain yang juga harus kita ketahui adalah, penelitian mengungkapkan tubuh memperlakukan gula putih (yang bentuknya bubuk halus) sebagai benda asing yang harus dilawan. Sebabnya, gula ini diproses dengan penyulingan dan mengandung senyawa kimia yang tidak bisa diolah tubuh. Alhasil, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengusir “racun” ini yang membuat kekebalan tubuh kewalahan.
William Sears, MD., pediatric dari California menjelaskan, “Seratus gram (8 sendok makan) gula dapat mengurangi kemampuan sel darah putih untuk membunuh kuman hingga 40 persen.” Dan ini berlangsung 30 menit setelah gula dikonsumsi serta berlangsung kurang lebih selama 5 jam! (Lily Turangan/Siagian Priska)
Lawan Gula Dengan Olahraga
Lagi mau nyari artikel tentang Gula... Karena ini salah satu masalah di keluarga kami. Dan seperti biasa... Mulai browsing di Prevention Indonesia lagi. Hehehe...
-Gerakkan badan dan lindungilah jantung kita-
Menemukan kebenaran mengapa latihan kita mampu menjauhkan dampak negatif dari manisnya permen.
Jika nanti malam kita diharuskan hadir ke acara jamuan yang pastinya menyuguhkan pelbagai makanan manis, maka awalilah hari kita dengan berolahraga terlebih dahulu. Mengapa? Sebab dari studi yang dilakukan oleh Washington University School of Medicine ditemukan bahwa manfaat latihan akan tetap kita rasakan bahkan setelah kita turun dari mesin treadmill.
Camilan manis dapat menyebabkan saluran darah kita untuk sementara waktu kehilangan elastisitasnya. Lama kelamaan ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
Namun, jangan panik karena melakukan aktivitas fisik bisa membantu kita menanggulangi masalah ini. Ketika para peneliti memberikan setiap sukarelawan permen dan minuman bersoda 17 jam setelah melakukan latihan kardio dengan intensitas rendah selama 1 jam, para sukarelawan berhasil memompa darah mereka 28% lebih banyak dibanding kelompok yang mengambil langkah istirahat dan mengonsumsi gula sebagai pilihan camilan mereka. (Astrid Anastasia)
-Gerakkan badan dan lindungilah jantung kita-
Menemukan kebenaran mengapa latihan kita mampu menjauhkan dampak negatif dari manisnya permen.
Jika nanti malam kita diharuskan hadir ke acara jamuan yang pastinya menyuguhkan pelbagai makanan manis, maka awalilah hari kita dengan berolahraga terlebih dahulu. Mengapa? Sebab dari studi yang dilakukan oleh Washington University School of Medicine ditemukan bahwa manfaat latihan akan tetap kita rasakan bahkan setelah kita turun dari mesin treadmill.
Camilan manis dapat menyebabkan saluran darah kita untuk sementara waktu kehilangan elastisitasnya. Lama kelamaan ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
Namun, jangan panik karena melakukan aktivitas fisik bisa membantu kita menanggulangi masalah ini. Ketika para peneliti memberikan setiap sukarelawan permen dan minuman bersoda 17 jam setelah melakukan latihan kardio dengan intensitas rendah selama 1 jam, para sukarelawan berhasil memompa darah mereka 28% lebih banyak dibanding kelompok yang mengambil langkah istirahat dan mengonsumsi gula sebagai pilihan camilan mereka. (Astrid Anastasia)
Cuka, si Pembersih Segala!
Ada tips sekaligus tambahan ilmu buat ibu-ibu yang mungkin belum tau kegunaan cuka... Kebiasaan browsing di Prevention Indonesia, bikin saya sering nemuin artikel-artikel yang pengen juga disharing ama temen-temen semua. Silahkan simak artikel berikut...
-Pembersih andalan yang murah dan aman-
Sekarang kegunaan cuka bukan lagi untuk penyedap makanan saja, melainkan sebagai bahan pembersih yang mujarab. Tidak seperti harga produk pembersih di pasar, harga cuka tidak akan membuat kita merogoh kocek dalam-dalam.
Kelebihan lainnya adalah sangat aman bagi keluarga dan alam. Dukung kampanye kampanye global warming dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan. Menggunakan cuka sebagai pembersih, kita tidak hanya menjaga rumah agar tetap bersih tapi juga menjaga alam.
Sisa minyak pada peralatan dapur
Masalah minyak pada peralatan masak adalah masalah klasik yang dihadapi para ibu rumah tangga. Walaupun sudah banyak sabun pembersih dipasarkan lengkap dengan formula kilat pembersih minyak, lebih bijaksana kalau kita memakai yang sudah pasti aman. Bersihkan noda minyak di peralatan dapur kita, dengan menuangkan cuka ke dalam 2 liter air lalu celupkan panci-panci berminyak tersebut ke dalam larutan tadi. Noda minyak akan segera luntur, kemudian bilas panci dengan air bersih.
Karat pada peralatan logam
Untuk menghilangkan karat pada perkakas dapur kita, seperti sendok, garpu, dan pisau. Siapkan satu sendok makan cuka dicampur dengan satu sendok teh garam. Gosokkan campuran tersebut ke bagian perkakas logam yang berkarat. Setelah karat hilang, bersihkan dengan air dan keringkan.
Shower yang mampet
Akan menjadi masalah bila air yang keluar dari shower kita mengandung besi, tanah, atau pasir halus. Itu tandanya shower kita kotor dan butuh pembersihan. Cara untuk mengatasinya, siapkan saja 1 liter air panas, kemudian campurkan 1 cangkir cuka. Rendam kepala shower dalam larutan tadi selama 10 menit. Lalu angkat dan bersihkan dengan air sampai bersih.
Lantai Kusam
Lantai keramik yang berusia lebih dari lima tahun biasanya berubah menjadi kotor dan kusam. Jangan khawatir, cukup dengan menuangkan cuka ke permukaan lantai. Diamkan selama 5 menit., kemudian bersihkan dengan menggunakan kain pel hingga bersih. Pel sekali lagi dengan air untuk menghilangkan bau cuka. (Astrid Anastasia)
-Pembersih andalan yang murah dan aman-
Sekarang kegunaan cuka bukan lagi untuk penyedap makanan saja, melainkan sebagai bahan pembersih yang mujarab. Tidak seperti harga produk pembersih di pasar, harga cuka tidak akan membuat kita merogoh kocek dalam-dalam.
Kelebihan lainnya adalah sangat aman bagi keluarga dan alam. Dukung kampanye kampanye global warming dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan. Menggunakan cuka sebagai pembersih, kita tidak hanya menjaga rumah agar tetap bersih tapi juga menjaga alam.
Sisa minyak pada peralatan dapur
Masalah minyak pada peralatan masak adalah masalah klasik yang dihadapi para ibu rumah tangga. Walaupun sudah banyak sabun pembersih dipasarkan lengkap dengan formula kilat pembersih minyak, lebih bijaksana kalau kita memakai yang sudah pasti aman. Bersihkan noda minyak di peralatan dapur kita, dengan menuangkan cuka ke dalam 2 liter air lalu celupkan panci-panci berminyak tersebut ke dalam larutan tadi. Noda minyak akan segera luntur, kemudian bilas panci dengan air bersih.
Karat pada peralatan logam
Untuk menghilangkan karat pada perkakas dapur kita, seperti sendok, garpu, dan pisau. Siapkan satu sendok makan cuka dicampur dengan satu sendok teh garam. Gosokkan campuran tersebut ke bagian perkakas logam yang berkarat. Setelah karat hilang, bersihkan dengan air dan keringkan.
Shower yang mampet
Akan menjadi masalah bila air yang keluar dari shower kita mengandung besi, tanah, atau pasir halus. Itu tandanya shower kita kotor dan butuh pembersihan. Cara untuk mengatasinya, siapkan saja 1 liter air panas, kemudian campurkan 1 cangkir cuka. Rendam kepala shower dalam larutan tadi selama 10 menit. Lalu angkat dan bersihkan dengan air sampai bersih.
Lantai Kusam
Lantai keramik yang berusia lebih dari lima tahun biasanya berubah menjadi kotor dan kusam. Jangan khawatir, cukup dengan menuangkan cuka ke permukaan lantai. Diamkan selama 5 menit., kemudian bersihkan dengan menggunakan kain pel hingga bersih. Pel sekali lagi dengan air untuk menghilangkan bau cuka. (Astrid Anastasia)
Mengeliminasi bakteri jahat dan menyelamatkan bakteri baik -- Inilah Ukuran Bersih!
Sebagai ibu, kita pasti jadi orang paling repot dan cerewet untuk masalah dan urusan kebersihan. Apalagi yang menyangkut urusan anak, dan notabene anak2 yang masih usia balita. Betapa ribet dan cerewetnya kita, begitu melihat anak balita kita bermain di lantai dan mulai memasukkan mainan ke dalam mulut.
Ini ada salah satu artikel yang saya temuin di Prevention Indonesia (1 of my favorite site. Hehehe...). Semoga berguna buat semua aja yang sempat singgah di halaman saya ini... :)
Kita selalu menidentikkan bersih dengan sesuatu yang higienis dan sehat. Tapi ternyata, menjadi seseorang yang terlalu bersih mungkin malah akan memberikan dampak yang berbahaya pada kesehatan kita.
Ingat karakter Monica dalam serial TV “Friends” yang selalu tidak bisa melihat hal yang berantakan dan kotor? Mungkin kita sebagai seorang ibu sering terlalu bersemangat dalam menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan bebas dari kuman serta penyakit. Namun, faktanya adalah ketika kita menggunakan produk pembersih anti-bakteri untuk membunuh semua bakteri berbahaya, kita juga melenyapkan lebih dari sepertiga bakteri baik yang sangat penting bagi kesehatan kulit kita.
Stuart B.Levy, M.D., direktur the Center for Adaptation Genetics and Drug Resistance dari Tuft University School of Medicine di Boston, menyarankan agar selalu terbiasa membersihkan diri setiap selesai beraktivitas. Tujuannya untuk memperkecil kontak langsung kita dengan mikroba dan kotoran, terutama sebelum makan. Tapi itu bukan berarti kita harus melakukannya setiap 5-10 menit sekali.
Terkadang kita bisa menjadi orang yang sangat terobsesi pada kebersihan dan berusaha untuk mensterilkan semua benda di sekitar kita dengan produk-produk kebersihan. Saking bersemangatnya, kita pun mencari pembersih dengan label anti-bakteri, seperti triclosan. Bahayanya triclosan adalah bisa menjadi pemicu terciptanya superbug, yaitu bakteri yang sudah mengalami banyak sekali perubahan sehingga membuatnya tidak mempan lagi dibunuh oleh apapun.
Dalam studi yang dilakukan di Tuft University, Dr. Levy menemukan 5 jenis E.coli yang kebal terhadap triclosan. Pada dasarnya, triclosan akan melenyapkan hampir 95% bakteri normal, tapi beberapa bakteri yang lain akan bermutasi dan berbalik melawan triclosan. Mungkin jumlah mutasi per generasi sangat kecil, namun reproduksi mereka sangat cepat. Jadi bisa dikatakan mereka mampu melakukan banyak mutasi dalam waktu yang singkat.
Setiap 5% dari populasi yang “selamat” dari triclosan akan menjadi bakteri-bakteri yang semakin kuat dan tahan terhadap paparan zat kimia. Dan ketika mereka sudah sampai pada tahap tahan terhadap antibiotik, kita akan mendapatkan superbug.
Kita pasti sering melihat label anti-bakteri pada sebagian besar produk sabun dan pembersih yang ada di dapur serta kamar mandi kita. Penggunaan secara “besar-besaran” juga tidak langsung menjamin anti-bakteri tersebut bekerja dengan efektif. Dr.Levy menyarankan agar produk-produk anti-bakteri seharusnya dibutuhkan di rumah sakit dan rumah yang penghuninya memiliki sistem imunitas yang rendah. Jadi, untuk menjaga agar tetap bersih dan terhindar dari serangan superbug, cucilah tangan kita dengan menggunakan sabun tardisional dan air selama 15-30 detik saja.(Astrid Anastasia)
Ini ada salah satu artikel yang saya temuin di Prevention Indonesia (1 of my favorite site. Hehehe...). Semoga berguna buat semua aja yang sempat singgah di halaman saya ini... :)
Kita selalu menidentikkan bersih dengan sesuatu yang higienis dan sehat. Tapi ternyata, menjadi seseorang yang terlalu bersih mungkin malah akan memberikan dampak yang berbahaya pada kesehatan kita.
Ingat karakter Monica dalam serial TV “Friends” yang selalu tidak bisa melihat hal yang berantakan dan kotor? Mungkin kita sebagai seorang ibu sering terlalu bersemangat dalam menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan bebas dari kuman serta penyakit. Namun, faktanya adalah ketika kita menggunakan produk pembersih anti-bakteri untuk membunuh semua bakteri berbahaya, kita juga melenyapkan lebih dari sepertiga bakteri baik yang sangat penting bagi kesehatan kulit kita.
Stuart B.Levy, M.D., direktur the Center for Adaptation Genetics and Drug Resistance dari Tuft University School of Medicine di Boston, menyarankan agar selalu terbiasa membersihkan diri setiap selesai beraktivitas. Tujuannya untuk memperkecil kontak langsung kita dengan mikroba dan kotoran, terutama sebelum makan. Tapi itu bukan berarti kita harus melakukannya setiap 5-10 menit sekali.
Terkadang kita bisa menjadi orang yang sangat terobsesi pada kebersihan dan berusaha untuk mensterilkan semua benda di sekitar kita dengan produk-produk kebersihan. Saking bersemangatnya, kita pun mencari pembersih dengan label anti-bakteri, seperti triclosan. Bahayanya triclosan adalah bisa menjadi pemicu terciptanya superbug, yaitu bakteri yang sudah mengalami banyak sekali perubahan sehingga membuatnya tidak mempan lagi dibunuh oleh apapun.
Dalam studi yang dilakukan di Tuft University, Dr. Levy menemukan 5 jenis E.coli yang kebal terhadap triclosan. Pada dasarnya, triclosan akan melenyapkan hampir 95% bakteri normal, tapi beberapa bakteri yang lain akan bermutasi dan berbalik melawan triclosan. Mungkin jumlah mutasi per generasi sangat kecil, namun reproduksi mereka sangat cepat. Jadi bisa dikatakan mereka mampu melakukan banyak mutasi dalam waktu yang singkat.
Setiap 5% dari populasi yang “selamat” dari triclosan akan menjadi bakteri-bakteri yang semakin kuat dan tahan terhadap paparan zat kimia. Dan ketika mereka sudah sampai pada tahap tahan terhadap antibiotik, kita akan mendapatkan superbug.
Kita pasti sering melihat label anti-bakteri pada sebagian besar produk sabun dan pembersih yang ada di dapur serta kamar mandi kita. Penggunaan secara “besar-besaran” juga tidak langsung menjamin anti-bakteri tersebut bekerja dengan efektif. Dr.Levy menyarankan agar produk-produk anti-bakteri seharusnya dibutuhkan di rumah sakit dan rumah yang penghuninya memiliki sistem imunitas yang rendah. Jadi, untuk menjaga agar tetap bersih dan terhindar dari serangan superbug, cucilah tangan kita dengan menggunakan sabun tardisional dan air selama 15-30 detik saja.(Astrid Anastasia)
Senin, 08 Februari 2010
Trik Tangkal Penuaan Akibat Gula
5 Langkah menghadapi kerja gula yang merusak kolagen kulit.
Seperti yang pernah Prevention tuliskan, konsumsi gula dalam jangka waktu panjang akan membuat kulit jadi kusam dan keriput. Sebab di dalam darah, gula membentuk molekul-molekul yang menyebabkan penuaan kulit atau disebut Advanced Glycation End Products (AGE).
Tapi tenang saja, sebab ilmu kesehatan telah berkembang seiring dengan teknologi kecantikan yang membantu kita menemukan solusi tepat. Berikut 5 langkah yang bisa kita lakukan untuk ‘membekukan’ AGE.
1. Batasi asupan gula. Memang kita tidak bisa seratus persen terlepas dari gula karena buah-buahan dan sayur sekalipun akan diubah menjadi glukosa di pencernaan. Sementara glukosa adalah tipe gula yang membentuk glikasi, molekul perusak kolagen. Cara sehat yang harus kita pilih adalah, menjaga konsumsi gula tidak lebih dari 10% dari total kalori. Jika kita adalah perempuan berusia 45 tahun dengan tinggi tubuh sekitar 165 cm, maka jumlah gula yang harus dikurangi adalah 160 kalori atau sekitar 10 sendok teh. Jumlah ini sama dengan satu kaleng minuman berkola.
Kita juga harus tetap waspada pada gula yang menyelinap di dalam makanan. Sebut saja bubur gandum instan yang memberikan tambahan rasa atau jus dalam kemasan. Biasakan membaca label nutrisi pada kemasan, lalu bagi dengan 4. Sebab tiap sendok teh gula setara dengan 4 gram.
2. Tambahkan suplemen. Ternyata dengan mengonsumsi 1 mg vitamin B1 atau B6 setiap hari, dapat mengurangi produksi AGE, demikian menurut David J. Goldberg, MD, dermatology dan profesor bidang dermatologis klinis di Mount Sinai School of Medicine. Kedua vitamin penghalau AGE ini, banyak terdapat dalam gandum, susu, telur, kacang hijau, dan berbagai jenis ikan. Dan ketika kita lengkapi makanan-makanan tersebut dengan multivitamin yang mengandung setidaknya 1mg kedua vitamin tersebut, maka kita terjamin mengasup 1,1 mg vitamin B1 dan 1,3 mg vitamin B6 setiap harinya.
3. Gunakan tabir surya SPF 30 setiap hari, sebab produksi AGE menjadi lebih banyak pada saat kulit terpapar sinar matahari secara langsung, begitulah menurut studi British Journal of Dermatology.
4. Perkuat kulit dengan antioksidan. Sebagai zat penangkal radikal bebas, antioksidan dapat menghentikan terjadinya penyatuan gula dengan protein. Jadi perbanyak antioksidan melalui konsumsi kacang kenari, apel, stroberi, jambu merah, dan paprika merah. Lalu lengkapi dengan beragam produk yang dilengkapi dengan antioksidan seperti teh hijau, vitamin C dan E.
5. Gunakan produk dengan formula baru. Beberapa produk kecantikan belakangan ini sudah menambahkan formula anti AGE, seperti aminoguanidine dan alistin. Karyn Grossman, kepala divisi dermatologi John’s Hospital menjelaskan, aminoguanidine menempel pada molekul yang merupakan awal tempat dihasilkannya glikasi, sekaligus melindungi jaringan kolagen dan elastin. “Alestin berfungsi sebagai umpan yang akan dirusak AGE agar tidak merusak jaringan protein di kulit kita.” Bahkan menurut penelitian terbaru, anti AGE jika dipadukan dengan tabir surya dapat mengurangi produksi AGE sebanyak 21% setelah penggunaan 8 minggu. Adapun formula lain yang mengandung anti-AGE atau yang dapat menjaga dan mengembalikan elastisitas kulit kita antara lain adalah tyrosol, pitera, omega 3, omega 6, serta carnosine. (Dian Primasari/Siagian Priska)
Thanks to Prevention Indonesia... For all the good articles.
Seperti yang pernah Prevention tuliskan, konsumsi gula dalam jangka waktu panjang akan membuat kulit jadi kusam dan keriput. Sebab di dalam darah, gula membentuk molekul-molekul yang menyebabkan penuaan kulit atau disebut Advanced Glycation End Products (AGE).
Tapi tenang saja, sebab ilmu kesehatan telah berkembang seiring dengan teknologi kecantikan yang membantu kita menemukan solusi tepat. Berikut 5 langkah yang bisa kita lakukan untuk ‘membekukan’ AGE.
1. Batasi asupan gula. Memang kita tidak bisa seratus persen terlepas dari gula karena buah-buahan dan sayur sekalipun akan diubah menjadi glukosa di pencernaan. Sementara glukosa adalah tipe gula yang membentuk glikasi, molekul perusak kolagen. Cara sehat yang harus kita pilih adalah, menjaga konsumsi gula tidak lebih dari 10% dari total kalori. Jika kita adalah perempuan berusia 45 tahun dengan tinggi tubuh sekitar 165 cm, maka jumlah gula yang harus dikurangi adalah 160 kalori atau sekitar 10 sendok teh. Jumlah ini sama dengan satu kaleng minuman berkola.
Kita juga harus tetap waspada pada gula yang menyelinap di dalam makanan. Sebut saja bubur gandum instan yang memberikan tambahan rasa atau jus dalam kemasan. Biasakan membaca label nutrisi pada kemasan, lalu bagi dengan 4. Sebab tiap sendok teh gula setara dengan 4 gram.
2. Tambahkan suplemen. Ternyata dengan mengonsumsi 1 mg vitamin B1 atau B6 setiap hari, dapat mengurangi produksi AGE, demikian menurut David J. Goldberg, MD, dermatology dan profesor bidang dermatologis klinis di Mount Sinai School of Medicine. Kedua vitamin penghalau AGE ini, banyak terdapat dalam gandum, susu, telur, kacang hijau, dan berbagai jenis ikan. Dan ketika kita lengkapi makanan-makanan tersebut dengan multivitamin yang mengandung setidaknya 1mg kedua vitamin tersebut, maka kita terjamin mengasup 1,1 mg vitamin B1 dan 1,3 mg vitamin B6 setiap harinya.
3. Gunakan tabir surya SPF 30 setiap hari, sebab produksi AGE menjadi lebih banyak pada saat kulit terpapar sinar matahari secara langsung, begitulah menurut studi British Journal of Dermatology.
4. Perkuat kulit dengan antioksidan. Sebagai zat penangkal radikal bebas, antioksidan dapat menghentikan terjadinya penyatuan gula dengan protein. Jadi perbanyak antioksidan melalui konsumsi kacang kenari, apel, stroberi, jambu merah, dan paprika merah. Lalu lengkapi dengan beragam produk yang dilengkapi dengan antioksidan seperti teh hijau, vitamin C dan E.
5. Gunakan produk dengan formula baru. Beberapa produk kecantikan belakangan ini sudah menambahkan formula anti AGE, seperti aminoguanidine dan alistin. Karyn Grossman, kepala divisi dermatologi John’s Hospital menjelaskan, aminoguanidine menempel pada molekul yang merupakan awal tempat dihasilkannya glikasi, sekaligus melindungi jaringan kolagen dan elastin. “Alestin berfungsi sebagai umpan yang akan dirusak AGE agar tidak merusak jaringan protein di kulit kita.” Bahkan menurut penelitian terbaru, anti AGE jika dipadukan dengan tabir surya dapat mengurangi produksi AGE sebanyak 21% setelah penggunaan 8 minggu. Adapun formula lain yang mengandung anti-AGE atau yang dapat menjaga dan mengembalikan elastisitas kulit kita antara lain adalah tyrosol, pitera, omega 3, omega 6, serta carnosine. (Dian Primasari/Siagian Priska)
Thanks to Prevention Indonesia... For all the good articles.
Berapa Banyak Air Dibutuhkan Kulit...?
Artikel bagus dan berguna buat pengetahuan kita nih... Semoga berguna juga buat yang baca ya... Dari Prevention Indonesia.
Salah satu tip sehat dan cantik yang sering dilontarkan praktisi kesehatan adalah minum 8 gelas sehari. Dan katanya lagi, ketika kita mengonsumsi 8 gelas air putih setiap hari akan membuat kulit kita jauh dari kata kusam dan kering. Tapi apa iya takaran idealnya 8 gelas? Apa yang terjadi pada kulit jika kita minum terlalu banyak air?
Dr. Leslie Baumann, direktur dari Baumann Cosmetics and Research Institute di Miami Beach, bercerita bahwa setiap sistem tubuh membutuhkan air agar berfungsi dengan baik. Dan kulit masuk di dalamnya.
Tapi jika kulit kita sudah terlanjur kering, maka yang harus kita pikirkan bukan berapa banyak gelas air putih yang harus kita tambahkan ke dalam tubuh. Melainkan seberapa baik kulit kita mengeluarkan pelembap alaminya. Karena sebenarnya, setiap kita memiliki pelindung kulit yang berfungsi mengunci kelembapan dengan cara memastikan sel-sel kulit mengikat air dengan sempurna.
Hanya saja kondisi eksternal seperti sering berada di ruangan ber-ac, atau panas terik matahari, dan polusi udara membuat sel-sel kulit merenggang yang kemudian diikuti dengan melonggarkan “kunci” pengikat air. Tidak berhenti sampai di sana, kondisi ini akan membuat kulit semakin kering dan kerutan-kerutan pun tak bisa dihindari.
Penanganan pertamanya, saran Baumman adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan omega-3 seperti ikan salmon dan biji rami atau flaxseed. Makanan-makan ini yang nantinya akan menjadi pelindung kulit baru untuk mengunci air lebih kuat.
Lalu bagaimana dengan takaran 8 gelas air putih setiap hari? Bagi Baumman, 8 gelas bukanlah ukuran yang harus menjadi patokan semua orang. “Jangan salah sangka dulu. Saya ingin mengingatkan, bahwa tubuh membutuhkan 20 air dari makanan dan minuman. Dan bicara mengenai minuman, cangkir kopi serta teh yang kita nikmati itu juga masuk hitungan.”
Artinya, Baumman menambahkan, ukuran ideal untuk mengonsumsi air sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh dan tingkat aktivitas kita. “Tapi jika kita berbicara sumber air yang paling baik untuk kulit, jawaban konkreatnya hanya satu, yaitu air putih.”
Sedangkan untuk minuman seperti jus, Baumman mengingatkan agar tidak ditambahkan dengan gula karena gula adalah salah satu penyebab kerutan wajah. Alternatif lainnya, Baumman menyarankan agar kita menikmati teh hijau yang memang kaya akan antioksidan. “Setelah semuanya dilakukan dengan benar, saya ucapkan selamat menikmati kulit indah dan sehat Anda.” (Siagian Priska)
Ada artikel lain yang related ama artikel ini... Dari sumber yang sama juga.
Air, Sang Penyelamat!
-Netralisir suhu tubuh saat berolahraga dengan air-
Ternyata ada hubungan antara asupan air dengan maksimal atau tidaknya olahraga yang kita lakukan. Sebuah penelitian di Perancis terhadap 8 pengendara sepeda pada kondisi suhu 20 - 21 derajat Celsius selama 3 jam, memberikan hubungan keduanya kepada kita.
Para responden diteliti 2 kali, pertama setelah meminum 0,4 liter air dan 0,2 liter setiap 20 menit. Dan kedua, mereka tidak diberi minum sama sekali. Hasilnya, pengendara sepeda yang “kering” kehilangan lebih 2% berat air dalam tubuh dan terpaksa harus berusaha 24% lebih keras dalam latihan mereka serta memiliki denyut jantung 5-10% lebih cepat. Selain itu, dehidrasi juga dapat membuat kita merasa pusing dan pening.
Jadi, agar kebutuhan air tetap terjaga biasakan untuk menyerap air sebelum, pada saat, dan setelah perjalanan latihan kita. Tapi bukan berarti konsumsi air bisa dilakukan dengan sesuka hati. Dalam penelitian terbaru Harvard terhadap pelari Boston Marathon mereka menemukan fakta yang mencengangkan bahwa 13% dari pelari menderita kelebihan atau overdosis cairan. Akibatnya para pelari tersebut akan kehilangan sekitar 2,8 liter air dalam waktu 4 jam. Dan hasil ini sangat jauh bedanya dengan jumlah air yang kita minum selama sesi latihan beban ringan.(Astrid Anastasia)
Masih ada artikel lain yang penting dan tetep dari sumber yang sama...
Pentingnya Minum Air Putih
-Rasionalisasi aturan meminum 8 gelas setiap hari-
Sebuah studi dari Purdue Univeristy mengungkapkan sesuatu yang para ahli diet telah dengungkan sejak dulu, yaitu makanan yang kita konsumsi akan memberikan asupan air yang banyak. Bahkan satu irisan roti tawar saja mengandung 1 ¾ sendok teh air.
Akan menjadi masalah kalau kita mulai melupakan keharusan untuk minum 8 gelas air putih setiap harinya. Apalagi jika kita dengan bebas menarik kesimpulan, hanya minum saat haus. Toh, kita masih bisa mendapatkan sisanya dari makanan yang kita konsumsi.
Jika hanya menunggu sinyal haus muncul, kadang kala saat deadline pekerjaan tengah antri untuk dipenuhi, kita sering kali mengabaikan sinyal itu. Lebih bijak, jika kita tetap menerapkan aturan 8 gelas air putih per hari. Bukan sebagai sebuah keharusan, namun gunakan sebagai alat pengingat agar kita memperoleh asupan air yang cukup untuk menyeimbangkan air yang kita dapat dari makanan.
Kebiasaan ini akan memberikan kita bonus, yaitu melibas tuntas 6 masalah kesehatan kita, seperti...
1. Urinary tract infections (UTI) atau infeksi saluran kencing. Karena bagi para penderita UTI kronis, mereka akan mengalami penurunan frekuensi pengeluaran urin dalam beberapa hari secara terus menerus, ujar Mary Jane Minkin ginekolog dari Yale University School of Medicine.
2. Batu ginjal. Jika kita memiliki kecenderungan mempunyai batu ginjal, meminum cairan dalam jumlah yang cukup dapat membuat kita buang air kecil setidaknya 2 liter urin setiap hari, demikian saran the National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK). Dan, meminum 8 gelas air putih setiap hari merupakan langkah awal yang baik.
3. Kanker kandung kemih. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menyatakan, siapa yang meminum 6-8 gelas air putih setiap hari, dapat menurunkan risiko terkena kanker kandung kemih hingga 50%.
4. Kanker usus besar. Asupan air yang banyak juga dihubungkan pada penurunan 45% risiko kanker usus besar pada wanita (Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, July 1996).
5. Kegemukan. Memberikan tubuh asupan air putih yang pasti bebas lemak sepanjang hari yang cukup akan membantu kita tetap merasa “kenyang” dan mampu menghidari kebiasaan mengemil, jelas Michele Stanten, Editor Fitness dari Prevention.
6. Sembelit. Dengan meminum 6-8 gelas air putih per hari, kita bisa mencegah terjadinya sembelit dengan membuat “kotoran” kita tetap halus, jelas Dr. Minkin. (Astrid Anastasia)
Salah satu tip sehat dan cantik yang sering dilontarkan praktisi kesehatan adalah minum 8 gelas sehari. Dan katanya lagi, ketika kita mengonsumsi 8 gelas air putih setiap hari akan membuat kulit kita jauh dari kata kusam dan kering. Tapi apa iya takaran idealnya 8 gelas? Apa yang terjadi pada kulit jika kita minum terlalu banyak air?
Dr. Leslie Baumann, direktur dari Baumann Cosmetics and Research Institute di Miami Beach, bercerita bahwa setiap sistem tubuh membutuhkan air agar berfungsi dengan baik. Dan kulit masuk di dalamnya.
Tapi jika kulit kita sudah terlanjur kering, maka yang harus kita pikirkan bukan berapa banyak gelas air putih yang harus kita tambahkan ke dalam tubuh. Melainkan seberapa baik kulit kita mengeluarkan pelembap alaminya. Karena sebenarnya, setiap kita memiliki pelindung kulit yang berfungsi mengunci kelembapan dengan cara memastikan sel-sel kulit mengikat air dengan sempurna.
Hanya saja kondisi eksternal seperti sering berada di ruangan ber-ac, atau panas terik matahari, dan polusi udara membuat sel-sel kulit merenggang yang kemudian diikuti dengan melonggarkan “kunci” pengikat air. Tidak berhenti sampai di sana, kondisi ini akan membuat kulit semakin kering dan kerutan-kerutan pun tak bisa dihindari.
Penanganan pertamanya, saran Baumman adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan omega-3 seperti ikan salmon dan biji rami atau flaxseed. Makanan-makan ini yang nantinya akan menjadi pelindung kulit baru untuk mengunci air lebih kuat.
Lalu bagaimana dengan takaran 8 gelas air putih setiap hari? Bagi Baumman, 8 gelas bukanlah ukuran yang harus menjadi patokan semua orang. “Jangan salah sangka dulu. Saya ingin mengingatkan, bahwa tubuh membutuhkan 20 air dari makanan dan minuman. Dan bicara mengenai minuman, cangkir kopi serta teh yang kita nikmati itu juga masuk hitungan.”
Artinya, Baumman menambahkan, ukuran ideal untuk mengonsumsi air sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh dan tingkat aktivitas kita. “Tapi jika kita berbicara sumber air yang paling baik untuk kulit, jawaban konkreatnya hanya satu, yaitu air putih.”
Sedangkan untuk minuman seperti jus, Baumman mengingatkan agar tidak ditambahkan dengan gula karena gula adalah salah satu penyebab kerutan wajah. Alternatif lainnya, Baumman menyarankan agar kita menikmati teh hijau yang memang kaya akan antioksidan. “Setelah semuanya dilakukan dengan benar, saya ucapkan selamat menikmati kulit indah dan sehat Anda.” (Siagian Priska)
Ada artikel lain yang related ama artikel ini... Dari sumber yang sama juga.
Air, Sang Penyelamat!
-Netralisir suhu tubuh saat berolahraga dengan air-
Ternyata ada hubungan antara asupan air dengan maksimal atau tidaknya olahraga yang kita lakukan. Sebuah penelitian di Perancis terhadap 8 pengendara sepeda pada kondisi suhu 20 - 21 derajat Celsius selama 3 jam, memberikan hubungan keduanya kepada kita.
Para responden diteliti 2 kali, pertama setelah meminum 0,4 liter air dan 0,2 liter setiap 20 menit. Dan kedua, mereka tidak diberi minum sama sekali. Hasilnya, pengendara sepeda yang “kering” kehilangan lebih 2% berat air dalam tubuh dan terpaksa harus berusaha 24% lebih keras dalam latihan mereka serta memiliki denyut jantung 5-10% lebih cepat. Selain itu, dehidrasi juga dapat membuat kita merasa pusing dan pening.
Jadi, agar kebutuhan air tetap terjaga biasakan untuk menyerap air sebelum, pada saat, dan setelah perjalanan latihan kita. Tapi bukan berarti konsumsi air bisa dilakukan dengan sesuka hati. Dalam penelitian terbaru Harvard terhadap pelari Boston Marathon mereka menemukan fakta yang mencengangkan bahwa 13% dari pelari menderita kelebihan atau overdosis cairan. Akibatnya para pelari tersebut akan kehilangan sekitar 2,8 liter air dalam waktu 4 jam. Dan hasil ini sangat jauh bedanya dengan jumlah air yang kita minum selama sesi latihan beban ringan.(Astrid Anastasia)
Masih ada artikel lain yang penting dan tetep dari sumber yang sama...
Pentingnya Minum Air Putih
-Rasionalisasi aturan meminum 8 gelas setiap hari-
Sebuah studi dari Purdue Univeristy mengungkapkan sesuatu yang para ahli diet telah dengungkan sejak dulu, yaitu makanan yang kita konsumsi akan memberikan asupan air yang banyak. Bahkan satu irisan roti tawar saja mengandung 1 ¾ sendok teh air.
Akan menjadi masalah kalau kita mulai melupakan keharusan untuk minum 8 gelas air putih setiap harinya. Apalagi jika kita dengan bebas menarik kesimpulan, hanya minum saat haus. Toh, kita masih bisa mendapatkan sisanya dari makanan yang kita konsumsi.
Jika hanya menunggu sinyal haus muncul, kadang kala saat deadline pekerjaan tengah antri untuk dipenuhi, kita sering kali mengabaikan sinyal itu. Lebih bijak, jika kita tetap menerapkan aturan 8 gelas air putih per hari. Bukan sebagai sebuah keharusan, namun gunakan sebagai alat pengingat agar kita memperoleh asupan air yang cukup untuk menyeimbangkan air yang kita dapat dari makanan.
Kebiasaan ini akan memberikan kita bonus, yaitu melibas tuntas 6 masalah kesehatan kita, seperti...
1. Urinary tract infections (UTI) atau infeksi saluran kencing. Karena bagi para penderita UTI kronis, mereka akan mengalami penurunan frekuensi pengeluaran urin dalam beberapa hari secara terus menerus, ujar Mary Jane Minkin ginekolog dari Yale University School of Medicine.
2. Batu ginjal. Jika kita memiliki kecenderungan mempunyai batu ginjal, meminum cairan dalam jumlah yang cukup dapat membuat kita buang air kecil setidaknya 2 liter urin setiap hari, demikian saran the National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK). Dan, meminum 8 gelas air putih setiap hari merupakan langkah awal yang baik.
3. Kanker kandung kemih. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menyatakan, siapa yang meminum 6-8 gelas air putih setiap hari, dapat menurunkan risiko terkena kanker kandung kemih hingga 50%.
4. Kanker usus besar. Asupan air yang banyak juga dihubungkan pada penurunan 45% risiko kanker usus besar pada wanita (Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, July 1996).
5. Kegemukan. Memberikan tubuh asupan air putih yang pasti bebas lemak sepanjang hari yang cukup akan membantu kita tetap merasa “kenyang” dan mampu menghidari kebiasaan mengemil, jelas Michele Stanten, Editor Fitness dari Prevention.
6. Sembelit. Dengan meminum 6-8 gelas air putih per hari, kita bisa mencegah terjadinya sembelit dengan membuat “kotoran” kita tetap halus, jelas Dr. Minkin. (Astrid Anastasia)
Lima Kunci Jadi Bos yang Baik dan Disukai
Artikel lain yang menarik untuk kita baca dan mungkin bisa kita jadikan acuan kalo kita menjadi Bos. Dari sumber yang sama juga, Metronews.com
Lima Kunci Jadi Bos yang Baik dan Disukai
Lifestyle / Senin, 8 Februari 2010 08:09 WIB
MASIH ingat betapa menyebalkan bos seperti Miranda Priestly di film The Devil Wears Prada atau Michael Scott di serial The Office? Sebagai seorang atasan, Anda tentu ingin dihormati dan dipercaya oleh para staf di kantor. Simak sejumlah kiat berikut ini untuk membuat diri Anda menjadi bos yang baik dan disenangi karyawan.
Menurut Dr. A.J. Schuler, presiden Schuler Solutions, sebuah firma konsultan pengembangan kepemimpinan dan perubahan organisasional di Alexandria, tantangan terbesar yang dihadapi seseorang untuk menjadi bos yang baik adalah belajar membiasakan diri terhadap otoritas, terutama jika otoritas itu merupakan sesuatu yang baru.
Berikut ini adalah lima tip yang diberikan Schuler tentang bagaimana menjadi bos yang baik:
1. Keramahan dan otoritas
Sangat penting bagi Anda untuk menemukan keseimbangan dalam menjalankan gaya manajemen yang tidak terlalu keras, tapi juga tidak terlalu lembek. Jika memimpin dengan gaya terlalu keras, karyawan bisa membenci Anda karena bersikap seperti diktator layaknya Miranda Priestly. Sebagai atasan, Anda perlu menjadi seseorang yang disukai dan bisa didekati, namun juga dihormati perintah dan tuntutannya.
2. Keunikan karyawan
Menjadi bos yang baik berarti Anda mampu mengembangkan keterampilan berkomunikasi yang tajam dan belajar bagaimana cara mengukur tabiat masing-masing karyawan. ''Anda harus menciptakan pemahaman individu mengenai bagaimana cara memotivasi setiap karyawan,'' saran Schuler. Bos yang baik mampu menemukan jawaban dari setiap pertanyaan ini dengan menjalin kontak yang cukup dekat dengan para karyawannya, melalui dialog terbuka.
3. Dapat diakses
Banyak atasan yang terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri sehingga mengabaikan karyawannya. Atasan yang baik, di sisi lain, menciptakan kesempatan untuk membuka percakapan dengan orang-orang di sekelilingnya. Sebagai seorang bos, pastikan Anda berbicara dengan para karyawan dan mendengarkan secara aktif.
4. Pendelegasian tugas
Kemungkinan besar Anda terpilih menjadi bos karena memiliki keterampilan dan potensi meraih kesuksesan dalam jangka panjang bagi perusahaan. Akan tetapi, kesuksesan tersebut tidak akan mampu tercapai jika Anda tidak mampu memercayai karyawan melakukan pekerjaan tanpa campur tangan Anda secara mendetail. Bos yang baik memahami dan menghargai nilai pendelegasian tugas. Latih karyawan Anda untuk mengambil alih detail, bantu mereka meraih sukses, dan biarkan mereka melakukan pekerjaannnya selagi Anda berupaya memajukan perusahaan.
5. Menemukan mentor
Seorang bos pun tetap memerlukan mentor. Setiap orang, mulai dari karyawan tingkat pemula sampai kepala perusahaan memerlukan seorang mentor sebagai tempat meminta saran. (ICH)
Lima Kunci Jadi Bos yang Baik dan Disukai
Lifestyle / Senin, 8 Februari 2010 08:09 WIB
MASIH ingat betapa menyebalkan bos seperti Miranda Priestly di film The Devil Wears Prada atau Michael Scott di serial The Office? Sebagai seorang atasan, Anda tentu ingin dihormati dan dipercaya oleh para staf di kantor. Simak sejumlah kiat berikut ini untuk membuat diri Anda menjadi bos yang baik dan disenangi karyawan.
Menurut Dr. A.J. Schuler, presiden Schuler Solutions, sebuah firma konsultan pengembangan kepemimpinan dan perubahan organisasional di Alexandria, tantangan terbesar yang dihadapi seseorang untuk menjadi bos yang baik adalah belajar membiasakan diri terhadap otoritas, terutama jika otoritas itu merupakan sesuatu yang baru.
Berikut ini adalah lima tip yang diberikan Schuler tentang bagaimana menjadi bos yang baik:
1. Keramahan dan otoritas
Sangat penting bagi Anda untuk menemukan keseimbangan dalam menjalankan gaya manajemen yang tidak terlalu keras, tapi juga tidak terlalu lembek. Jika memimpin dengan gaya terlalu keras, karyawan bisa membenci Anda karena bersikap seperti diktator layaknya Miranda Priestly. Sebagai atasan, Anda perlu menjadi seseorang yang disukai dan bisa didekati, namun juga dihormati perintah dan tuntutannya.
2. Keunikan karyawan
Menjadi bos yang baik berarti Anda mampu mengembangkan keterampilan berkomunikasi yang tajam dan belajar bagaimana cara mengukur tabiat masing-masing karyawan. ''Anda harus menciptakan pemahaman individu mengenai bagaimana cara memotivasi setiap karyawan,'' saran Schuler. Bos yang baik mampu menemukan jawaban dari setiap pertanyaan ini dengan menjalin kontak yang cukup dekat dengan para karyawannya, melalui dialog terbuka.
3. Dapat diakses
Banyak atasan yang terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri sehingga mengabaikan karyawannya. Atasan yang baik, di sisi lain, menciptakan kesempatan untuk membuka percakapan dengan orang-orang di sekelilingnya. Sebagai seorang bos, pastikan Anda berbicara dengan para karyawan dan mendengarkan secara aktif.
4. Pendelegasian tugas
Kemungkinan besar Anda terpilih menjadi bos karena memiliki keterampilan dan potensi meraih kesuksesan dalam jangka panjang bagi perusahaan. Akan tetapi, kesuksesan tersebut tidak akan mampu tercapai jika Anda tidak mampu memercayai karyawan melakukan pekerjaan tanpa campur tangan Anda secara mendetail. Bos yang baik memahami dan menghargai nilai pendelegasian tugas. Latih karyawan Anda untuk mengambil alih detail, bantu mereka meraih sukses, dan biarkan mereka melakukan pekerjaannnya selagi Anda berupaya memajukan perusahaan.
5. Menemukan mentor
Seorang bos pun tetap memerlukan mentor. Setiap orang, mulai dari karyawan tingkat pemula sampai kepala perusahaan memerlukan seorang mentor sebagai tempat meminta saran. (ICH)
Ortu Protektif membuat Anak Makin Liar
Ini ada artikel yang cukup bagus yang baru saya dapetin di Metronews.com
Semoga bisa bermanfaat juga yaaa...
Ortu Protektif Membuat Anak jadi Liar
Lifestyle / Senin, 8 Februari 2010 07:31 WIB
TIDAK sedikit orang tua yang tanpa sadar memperlakukan anak dengan cara keliru sehingga berdampak buruk terhadap perkembangan psikologisnya. Hal-hal kecil yang dilakukan seperti memarahi anak di hadapan orang lain, terlalu protektif, sering menghukum dan membatasi hubungan sosialnya bisa menghancurkan kehidupan anak.
Berikut ini adalah sejumlah cara memperlakukan anak yang sebaiknya dihindari oleh setiap orang tua:
1. Memarahi anak di depan publik
Jika anak melakukan suatu perbuatan yang tidak pantas, wajar jika Anda ingin membuatnya disiplin. Mengajarkan kedisiplinan kepada anak memang sangat krusial, tetapi apakah perlu memarahinya di hadapan orang lain seperti tetangga atau teman-temannya? Lebih baik, tunggu sampai Anda berada di tempat yang lebih terjaga privasinya sebelum menasihati anak. Jika tidak, anak akan menjadi penakut setiap waktu dan orang-orang yang menyaksikan Anda memarahinya pun akan merasa risih.
2. Memberi contoh buruk
Jangan mengajarkan ini dan itu kepada anak jika Anda tidak mampu memberikan contoh yang baik kepadanya. Coba bayangkan, apa yang dipikirkan anak ketika Anda menasihatinya agar tidak berbohong, sementara Anda sendiri justru melakukan hal sebaliknya. Contoh, suatu hari anak mengangkat telepon yang ternyata ditujukan untuk Anda. Akan tetapi, karena malas menerima telepon itu, Anda meminta anak mengatakan kepada si penelepon bahwa Anda tidak berada di rumah.
3. Menghancurkan harapan anak
Pernahkah anda menghancurkan harapan yang dibangun anak, atau mengatakan kepadanya bahwa cita-citanya untuk menjadi presiden atau superstar tidak realistis? Sebagai orang tua yang baik, sudah seharusnya Anda memberikan dorongan kepada anak untuk melakukan yang terbaik dalam bidang apa pun yang diinginkannya.
4. Terlalu protektif
Anak-anak benci ketika orang tua mereka menempel terus seperti lem dan terlalu protektif terhadap mereka. Hal itu membuat mereka merasa seperti tidak dipercaya. Selain itu, proteksi yang berlebihan juga justru membuat anak menjadi liar ketika akhirnya berhasil melepaskan diri dari cengkeraman orang tua.
5. Membatasi hubungan
Banyak orang tua merasa tidak nyaman mengizinkan anak berpacaran sebelum mereka berusia minimal 17 tahun. Akan tetapi, hal itu sesungguhnya sebuah proses pendewasaan yang harus mereka jalani. Bagi anak-anak, hubungan asmara yang tumbuh pun kemungkinan besar tidak lebih dari sekadar cinta monyet. Oleh karena itu, tidak perlu langsung panik ketika anak mengatakan ingin memiliki seorang pacar.
6. Salah memberi hukuman
Tidak sedikit orang tua menghukum anak dengan cara yang keliru ketika mereka melakukan sesuatu yang tidak dapat diterima. Misalnya, Anda menghukum anak tidak boleh bermain karena mendapatkan nilai jelek saat ulangan, atau menghukumnya dengan tidak memperbolehkan menggunakan telepon karena ia terlambat pulang ke rumah setelah bermain dengan teman-temannya. Akan tetapi, yakinkah Anda semua konsekuensi tersebut benar-benar mampu menyelesaikan masalah? Apakah tidak lebih baik jika Anda berbicara dulu kepada anak hingga mengetahui dengan jelas sumber masalah, daripada memberikannya hukuman keras yang tidak relevan?
7. Memaksa menuruti kemauan
Anak adalah individu yang berbeda dengan Anda, yang memiliki keindahan dan kelebihannya sendiri. Oleh karena itu, jangan pernah memaksa anak mengikuti jejak Anda, misalnya dalam hal pendidikan atau pilihan karier di masa depan. Sebaiknya, bimbing anak untuk memaksimalkan segala bakat dan kelebihannya agar menjadi yang terbaik.
Semoga bisa bermanfaat juga yaaa...
Ortu Protektif Membuat Anak jadi Liar
Lifestyle / Senin, 8 Februari 2010 07:31 WIB
TIDAK sedikit orang tua yang tanpa sadar memperlakukan anak dengan cara keliru sehingga berdampak buruk terhadap perkembangan psikologisnya. Hal-hal kecil yang dilakukan seperti memarahi anak di hadapan orang lain, terlalu protektif, sering menghukum dan membatasi hubungan sosialnya bisa menghancurkan kehidupan anak.
Berikut ini adalah sejumlah cara memperlakukan anak yang sebaiknya dihindari oleh setiap orang tua:
1. Memarahi anak di depan publik
Jika anak melakukan suatu perbuatan yang tidak pantas, wajar jika Anda ingin membuatnya disiplin. Mengajarkan kedisiplinan kepada anak memang sangat krusial, tetapi apakah perlu memarahinya di hadapan orang lain seperti tetangga atau teman-temannya? Lebih baik, tunggu sampai Anda berada di tempat yang lebih terjaga privasinya sebelum menasihati anak. Jika tidak, anak akan menjadi penakut setiap waktu dan orang-orang yang menyaksikan Anda memarahinya pun akan merasa risih.
2. Memberi contoh buruk
Jangan mengajarkan ini dan itu kepada anak jika Anda tidak mampu memberikan contoh yang baik kepadanya. Coba bayangkan, apa yang dipikirkan anak ketika Anda menasihatinya agar tidak berbohong, sementara Anda sendiri justru melakukan hal sebaliknya. Contoh, suatu hari anak mengangkat telepon yang ternyata ditujukan untuk Anda. Akan tetapi, karena malas menerima telepon itu, Anda meminta anak mengatakan kepada si penelepon bahwa Anda tidak berada di rumah.
3. Menghancurkan harapan anak
Pernahkah anda menghancurkan harapan yang dibangun anak, atau mengatakan kepadanya bahwa cita-citanya untuk menjadi presiden atau superstar tidak realistis? Sebagai orang tua yang baik, sudah seharusnya Anda memberikan dorongan kepada anak untuk melakukan yang terbaik dalam bidang apa pun yang diinginkannya.
4. Terlalu protektif
Anak-anak benci ketika orang tua mereka menempel terus seperti lem dan terlalu protektif terhadap mereka. Hal itu membuat mereka merasa seperti tidak dipercaya. Selain itu, proteksi yang berlebihan juga justru membuat anak menjadi liar ketika akhirnya berhasil melepaskan diri dari cengkeraman orang tua.
5. Membatasi hubungan
Banyak orang tua merasa tidak nyaman mengizinkan anak berpacaran sebelum mereka berusia minimal 17 tahun. Akan tetapi, hal itu sesungguhnya sebuah proses pendewasaan yang harus mereka jalani. Bagi anak-anak, hubungan asmara yang tumbuh pun kemungkinan besar tidak lebih dari sekadar cinta monyet. Oleh karena itu, tidak perlu langsung panik ketika anak mengatakan ingin memiliki seorang pacar.
6. Salah memberi hukuman
Tidak sedikit orang tua menghukum anak dengan cara yang keliru ketika mereka melakukan sesuatu yang tidak dapat diterima. Misalnya, Anda menghukum anak tidak boleh bermain karena mendapatkan nilai jelek saat ulangan, atau menghukumnya dengan tidak memperbolehkan menggunakan telepon karena ia terlambat pulang ke rumah setelah bermain dengan teman-temannya. Akan tetapi, yakinkah Anda semua konsekuensi tersebut benar-benar mampu menyelesaikan masalah? Apakah tidak lebih baik jika Anda berbicara dulu kepada anak hingga mengetahui dengan jelas sumber masalah, daripada memberikannya hukuman keras yang tidak relevan?
7. Memaksa menuruti kemauan
Anak adalah individu yang berbeda dengan Anda, yang memiliki keindahan dan kelebihannya sendiri. Oleh karena itu, jangan pernah memaksa anak mengikuti jejak Anda, misalnya dalam hal pendidikan atau pilihan karier di masa depan. Sebaiknya, bimbing anak untuk memaksimalkan segala bakat dan kelebihannya agar menjadi yang terbaik.
Kamis, 04 Februari 2010
STOP! Berteriak pada Anak
5 Alasan mengapa kita harus lebih sabar pada si kecil
Walaupun sebenarnya kita berharap andai kita tidak perlu melakukannya, tapi marah sambil berteriak terkadang merupakan senjata paling ampuh yang sering dilakukan kita para orang tua untuk “mengendalikan” kenakalan anak. Mungkin dengan meninggikan suara merupakan solusi yang paling tepat untuk saat itu, tapi itu merupakan cara komunikasi yang tidak efektif. Berikut alasan mengapa kita harus berhenti berteriak kepada anak.
1. Berteriak berarti meremehkan mereka.
Membiasakan berbicara dengan nada tinggi ke anak akan membuat si kecil merasa dirinya tidak berharga untuk bisa diajak bicara dengan cara yang lebih sopan. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut dapat mengakibatkan si kecil menjadi rendah diri, memiliki citra diri yang buruk, dan lebih parahnya sampai menyebabkan rasa kecemasan yang berlebihan.
2. Berteriak tidak akan mengajarkan mereka konsekuensi dari perbuatan mereka.
Jika teriakan selalu menjadi satu-satunya cara yang bisa kita lakukan ketika anak bersikap nakal, maka di otak mereka akan tertanam bahwa “terikan” hanyalah konsekuensi yang akan selalu mereka terima setiap kali bersikap tidak patuh. Pastikan kita selalu mempunyai konsekuensi yang pantas atas setiap sikap mereka yang tidak benar. Contohnya, membiarkan mereka lapar apabila mereka menolak atau sulit makan. Karena dengan cara seperti ini merupakan kunci untuk memastikan mereka benar-benar belajar dan berkembang.
3. Bukan teknik komunikasi yang baik.
Berteriak sesekali mungkin bisa menjadi cara yang efektif untuk meminta perhatian dari si kecil, asalkan pada kesehariannya kita tidak membiasakan diri untuk selalu berteriak pada mereka. Karena ketika teriakan menjadi sebuah rutinitas maka hasilnya, mereka akan menganggap itu sebagai hal yang biasa dan pesan kita pun tidak mungkin diterima dengan baik oleh si kecil.
4. Teriakan menjadikan anak seorang pembangkang.
Dengan berteriak kita mengisyaratkan bahwa kita sudah tidak bisa mengendalikan emosi. Menaikan suara kita karena bingung mengenai apa yang harus kita lakukan ketika si kecil bersikap nakal merupakan pertanda kita telah menyerah. Pada saat kita berteriak, si kecil pun sudah tahu kalau mereka sudah menang dan kemungkinan besar mereka akan tetap melanjutkan perbuatan nakal mereka lagi.
5. Berteriak ke anak akan mengajarkan mereka berteriak juga.
Buah tidak akan jatuh dari pohonnya. Anak akan selalu berpanutan atau belajar apapun dari apa yang kita lakukan. Jadi, jika kita selalu berkomunikasi dengan menaikan suara sejak mereka balita, maka si kecil akan mempelajari kalau berteriak adalah cara berkomunikasi yang efektif dan benar. Lalu mereka mulai berteriak pada pembantu rumah tangga, teman, guru dan jangan heran jika suatu saat mereka akan berteriak kepada kita.
Oleh sebab itu, berikut tip untuk menjaga “teriakan” tetap terkontrol:
1. Bertanya pada diri sendiri, nada bicara seperti apa yang kita gunakan? Kemudian, apakah dengan berteriak merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan pesan kita kepada si kecil?
2. Jika sudah tidak tahan ingin berteriak? Berikan kita sedikit waktu untuk berpikir sebelum kita melampiaskan masalah kita langsung pada anak kita.
3. Dibanding mengeluarkan suara yang keras, lebih baik cobalah untuk sedikit berbicara dan menerapkan konsekuensi yang tepat tanpa harus berteriak.
4. Jangan malas. Dari pada berteriak-teriak dari kamar sebelah, lebih baik kita berdiri dan selesaikan masalah dari jarak yang lebih dekat dengan si kecil agar kita tidak perlu menaikan suara ketika berbicara.(Astrid Anastasia)
- Another article from Prevention Indonesia -
Walaupun sebenarnya kita berharap andai kita tidak perlu melakukannya, tapi marah sambil berteriak terkadang merupakan senjata paling ampuh yang sering dilakukan kita para orang tua untuk “mengendalikan” kenakalan anak. Mungkin dengan meninggikan suara merupakan solusi yang paling tepat untuk saat itu, tapi itu merupakan cara komunikasi yang tidak efektif. Berikut alasan mengapa kita harus berhenti berteriak kepada anak.
1. Berteriak berarti meremehkan mereka.
Membiasakan berbicara dengan nada tinggi ke anak akan membuat si kecil merasa dirinya tidak berharga untuk bisa diajak bicara dengan cara yang lebih sopan. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut dapat mengakibatkan si kecil menjadi rendah diri, memiliki citra diri yang buruk, dan lebih parahnya sampai menyebabkan rasa kecemasan yang berlebihan.
2. Berteriak tidak akan mengajarkan mereka konsekuensi dari perbuatan mereka.
Jika teriakan selalu menjadi satu-satunya cara yang bisa kita lakukan ketika anak bersikap nakal, maka di otak mereka akan tertanam bahwa “terikan” hanyalah konsekuensi yang akan selalu mereka terima setiap kali bersikap tidak patuh. Pastikan kita selalu mempunyai konsekuensi yang pantas atas setiap sikap mereka yang tidak benar. Contohnya, membiarkan mereka lapar apabila mereka menolak atau sulit makan. Karena dengan cara seperti ini merupakan kunci untuk memastikan mereka benar-benar belajar dan berkembang.
3. Bukan teknik komunikasi yang baik.
Berteriak sesekali mungkin bisa menjadi cara yang efektif untuk meminta perhatian dari si kecil, asalkan pada kesehariannya kita tidak membiasakan diri untuk selalu berteriak pada mereka. Karena ketika teriakan menjadi sebuah rutinitas maka hasilnya, mereka akan menganggap itu sebagai hal yang biasa dan pesan kita pun tidak mungkin diterima dengan baik oleh si kecil.
4. Teriakan menjadikan anak seorang pembangkang.
Dengan berteriak kita mengisyaratkan bahwa kita sudah tidak bisa mengendalikan emosi. Menaikan suara kita karena bingung mengenai apa yang harus kita lakukan ketika si kecil bersikap nakal merupakan pertanda kita telah menyerah. Pada saat kita berteriak, si kecil pun sudah tahu kalau mereka sudah menang dan kemungkinan besar mereka akan tetap melanjutkan perbuatan nakal mereka lagi.
5. Berteriak ke anak akan mengajarkan mereka berteriak juga.
Buah tidak akan jatuh dari pohonnya. Anak akan selalu berpanutan atau belajar apapun dari apa yang kita lakukan. Jadi, jika kita selalu berkomunikasi dengan menaikan suara sejak mereka balita, maka si kecil akan mempelajari kalau berteriak adalah cara berkomunikasi yang efektif dan benar. Lalu mereka mulai berteriak pada pembantu rumah tangga, teman, guru dan jangan heran jika suatu saat mereka akan berteriak kepada kita.
Oleh sebab itu, berikut tip untuk menjaga “teriakan” tetap terkontrol:
1. Bertanya pada diri sendiri, nada bicara seperti apa yang kita gunakan? Kemudian, apakah dengan berteriak merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan pesan kita kepada si kecil?
2. Jika sudah tidak tahan ingin berteriak? Berikan kita sedikit waktu untuk berpikir sebelum kita melampiaskan masalah kita langsung pada anak kita.
3. Dibanding mengeluarkan suara yang keras, lebih baik cobalah untuk sedikit berbicara dan menerapkan konsekuensi yang tepat tanpa harus berteriak.
4. Jangan malas. Dari pada berteriak-teriak dari kamar sebelah, lebih baik kita berdiri dan selesaikan masalah dari jarak yang lebih dekat dengan si kecil agar kita tidak perlu menaikan suara ketika berbicara.(Astrid Anastasia)
- Another article from Prevention Indonesia -
Cara Menenangkan Emosi Anak
Artikel yang cukup bagus untuk kita jadikan panduan dalam mendidik anak. Tidak cukup hanya dengan pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain disekitar kita untuk bisa menyelesaikan permasalahan dan urusan anak. Membaca artikel (dari media manapun) akan sangat membantu kita, setidaknya akan membuat kita berpikir lebih untuk bertindak. Saya menyukai artikel yang diterbitkan oleh Prevention Indonesia. Ini salah satu contohnya...
-Panduan untuk membuat anak menyelesaikan masalah dengan tenang-
Salah satu peranan orang tua yang tak mudah dilakukan adalah menenangkan anak kita ketika mereka tengah marah, sedih, atau kesal terhadap sekelilingnya. Tak mudah dilakukan, karena kita butuh trik khusus untuk membuat mereka tidak mengeluarkan rengekan yang justru menguji kesabaran kita.
Coba hadapi mereka dengan tip berikut ini, agar anak-anak bisa dengan tenang menghadapi segala masalah yang dihadapinya.
Jangan mendramatisir. Kita memang harus memberi penjelasan pada dirinya mengenai apa yang sedang terjadi, tapi jangan ciptakan impresi bahwa semua hal yang terjadi adalah sebuah masalah genting. Bantu dia untuk melupakan kekesalan atau kemarahannya dengan menyakinkan bahwa semuanya telah berlalu. Maka tidak perlu membesarkan otot-otot wajah akibat rasa marah yang memuncak, sebab semuanya telah berlalu.
Emosi yang memuncak, tanda anak-anak butuh perhatian. Dengan memilih sikap untuk tidak mendramatisir, bukan berarti kita menganggap enteng semuanya. Karena ketika mereka merasa tidak diperhatikan saat emosi tengah memuncak, bisa saja mereka memilih “jalan keluar” yang salah. Cobalah untuk membuatnya merasa nyaman untuk bercerita atau mengekspresikan apapun akan setiap hal yang terjadi pada dirinya.
Jangan terburu-buru memberikan mereka hadiah saat sedih. Berikan mereka kesempatan untuk belajar dari apa yang terjadi. Hal sederhana saja, ketika mainan kesayangan mereka rusak atau hilang karena keteledorannya, sebaiknya jangan langsung membelikan mainan yang baru. Sebab mereka harus dikenalkan pada tanggung jawab dan konsekuensi, proses inilah yang akan membuat mereka lebih matang menghadapi segala masalah.
Jadilah pendengar terbaik dalam segala situasi. Biarkan anak berekspresi dengan bebas terhadap apapun yang dirasakannya. Ini akan membantu dia mengenali berbagai emosi dalam diri yang kemudian akan memberikan kelegaan bagi dia dari tekanan stres tersebut. Jangan selalu menggurui, cukup dengarkan dan arahkan dia untuk mengerti bahwa setiap peristiwa menyimpan pelajaran tersendiri.
(Siagian Priska) for Prevention Indonesia
-Panduan untuk membuat anak menyelesaikan masalah dengan tenang-
Salah satu peranan orang tua yang tak mudah dilakukan adalah menenangkan anak kita ketika mereka tengah marah, sedih, atau kesal terhadap sekelilingnya. Tak mudah dilakukan, karena kita butuh trik khusus untuk membuat mereka tidak mengeluarkan rengekan yang justru menguji kesabaran kita.
Coba hadapi mereka dengan tip berikut ini, agar anak-anak bisa dengan tenang menghadapi segala masalah yang dihadapinya.
Jangan mendramatisir. Kita memang harus memberi penjelasan pada dirinya mengenai apa yang sedang terjadi, tapi jangan ciptakan impresi bahwa semua hal yang terjadi adalah sebuah masalah genting. Bantu dia untuk melupakan kekesalan atau kemarahannya dengan menyakinkan bahwa semuanya telah berlalu. Maka tidak perlu membesarkan otot-otot wajah akibat rasa marah yang memuncak, sebab semuanya telah berlalu.
Emosi yang memuncak, tanda anak-anak butuh perhatian. Dengan memilih sikap untuk tidak mendramatisir, bukan berarti kita menganggap enteng semuanya. Karena ketika mereka merasa tidak diperhatikan saat emosi tengah memuncak, bisa saja mereka memilih “jalan keluar” yang salah. Cobalah untuk membuatnya merasa nyaman untuk bercerita atau mengekspresikan apapun akan setiap hal yang terjadi pada dirinya.
Jangan terburu-buru memberikan mereka hadiah saat sedih. Berikan mereka kesempatan untuk belajar dari apa yang terjadi. Hal sederhana saja, ketika mainan kesayangan mereka rusak atau hilang karena keteledorannya, sebaiknya jangan langsung membelikan mainan yang baru. Sebab mereka harus dikenalkan pada tanggung jawab dan konsekuensi, proses inilah yang akan membuat mereka lebih matang menghadapi segala masalah.
Jadilah pendengar terbaik dalam segala situasi. Biarkan anak berekspresi dengan bebas terhadap apapun yang dirasakannya. Ini akan membantu dia mengenali berbagai emosi dalam diri yang kemudian akan memberikan kelegaan bagi dia dari tekanan stres tersebut. Jangan selalu menggurui, cukup dengarkan dan arahkan dia untuk mengerti bahwa setiap peristiwa menyimpan pelajaran tersendiri.
(Siagian Priska) for Prevention Indonesia
Selasa, 12 Januari 2010
I'm back...
"Welcome back..." kata ini seharusnya ditujukan padaku... hehehe... berhubung udah hampir setahun absen dari dunia blogging, yang sebelumnya malah belum kutuntaskan untuk lebih mengerti dan mendalami bagaimana membuat blog itu sendiri... Smoga kali ini aku bisa lebih banyak belajar lagi.
Happy New Year 2010...
Smoga di tahun yang baru ini smuanya akan menjadi lebih baik lagi...
Smoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, barokah serta lindunganNya selalu...
Amin... Amin... Ya Rabbal 'Alamin...
Happy New Year 2010...
Smoga di tahun yang baru ini smuanya akan menjadi lebih baik lagi...
Smoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, barokah serta lindunganNya selalu...
Amin... Amin... Ya Rabbal 'Alamin...
Langganan:
Postingan (Atom)