Minggu, 08 Maret 2009

Fun Walk by Chaky Club



Hari ini, jam 7 pagi waktu indonesia bagian tengah. Sejumlah anak-anak anggota Chaky Club (termasuk Rafi) beserta orang tua dan peserta fun walk yang lain, sudah bersiap-siap didepan KFC Ratulangi, Makassar. Para peserta fun walk sudah dengan antusias menunggu dimulainya acara ini. Fun walk diikuti oleh peserta dengan didahului oleh barisan drum band KFC. Rute yang ditempuh tidak begitu jauh, mengingat pesertanya sebagian besar adalah anak-anak anggota Chaky Club. Dan karena ini adalah acara yang diadakan oleh Chaky Club. Fun walk ini dimulai dan diakhiri di KFC Ratulangi.

Rafi dan teman-temannya semangat mengikuti fun walk ini, apalagi disepanjang jalan terdengar suara drum band yang membuat seluruh peserta selalu bersemangat. Sesampainya kembali di KFC Ratulangi. Setiap peserta memperoleh makanan dan minuman. Sambil menikmati makanan, peserta diberikan games yang berhadiah souvenir dari sponsor. Juga ada doorprice yang keren-keren, seperti sepeda, HP, PS2 sampai Televisi, serta masih banyak lagi.


Selain itu juga ada hiburan dari anggota vocal Purwacaraka. Adek-adek kecil yang sudah pandai bernyanyi, menyumbangkan lagu-lagu anak untuk menghibur para peserta. Salah satunya ada adik dari temen sekelas Rafi, namanya Denys, umurnya baru 5 tahun. Tapi Denys sudah berani menyanyi didepan orang banyak. Hebat kan…?

Acara seru banget… Tapi juga capek… begitu yang mereka rasakan.

Jumat, 06 Februari 2009

Matematika

Mungkin untuk sebagian orang dianggap sebagai momok. Tapi tidak untuk Rafi, karena mungkin kebetulan dari kecil sudah terbiasa dengan angka dan hitungan. Yang membuat Rafi makin senang dengan matematika dan tidak pernah menganggapnya menjadi sesuatu yang rumit dan menjadi momok pelajaran di sekolah.

Tanggal 1 Februari 2009 kemarin Rafi mengikuti Kompetisi Matematika Terbuka (KMT) yang diadakan oleh salah satu lembaga pendidikan luar sekolah Sakamoto. Sebenarnya kegiatan seperti ini belum pernah diikuti oleh Rafi, sebelum ini Rafi hanya pernah sekali mengikuti lomba matematika yang juga diadakan oleh salah satu lembaga pendidikan luar sekolah yang lain. Dengan model lomba yang berbeda tentunya.

Menurut kami (sebagai ortu), hal ini akan dapat menambah pengalaman untuk Rafi. Bukan bertujuan supaya anak menang dalam lomba. Tetapi lebih kepada membuka pemikiran anak, bahwa lomba apapun yang diikuti akan menjadi pengalaman berharga untuk hidup kedepannya.

Diluar dugaan Rafi mendapat juara 2 (Alhamdlillah...). Tentu saja selain pengalaman berharga yang didapat oleh Rafi, tetapi juga suatu prestasi yang baru. Semoga hal ini dapat menambah pengalaman Rafi untuk kedepannya. Amin...

Sabtu, 17 Januari 2009

One Lesson for me... (us too...)

Hari ini saya dapet email sari salah satu grup yang saya ikuti. Banyak pelajaran yang bisa saya dapet disitu, saya pengen share juga untuk yang lain yang sempet singgah di halaman saya ini...
Begini emailnya...

Sahabat-sahabat Rasulullah adalah generasi terbaik ummat ini.

Mereka terus belajar dari Rasulullah apa-apa saja yang harus dikerjakan dan apa saja yang mesti mereka tinggalkan.

Soal menjaga lurusnya niat di dalam hidup dan perjuangan mereka, tak bosan-bosan para sahabat itu berguru kepada Rasulullah.

Seperti dikisahkan oleh Umamah radhiyallahu 'anhu.

Ada seorang laki-laki yang datang menemui Rasulullah dan bertanya, "Wahai Rasulullah, Apakah pendapat engkau tentang seseorang yang berperang dengan tujuan mencari pahala dan popularitas diri.

Kelak, apa yang akan ia dapat di akhirat?" Rasulullah menjawab,

"Dia tidak mendapatkan apa-apa ".
Orang itu mengulangi lagi pertanyaannya sampai tiga kali.
Tetapi Rasulullah tetap menjawabnya, "Ia tidak menerima apa-apa!"

Kemudian beliau bersabda, Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal perbuatan, kecuali yang murni dan yang mengharapkan ridha-Nya. (HR. Abu Daud dan Nasa'i).

Dalam kesempatan lain Abu Said Al-Khudri telah mengambil pelajaran berharga dari Rasulullah pada saat haji wada'.

"Tiga perkara yang menjadikan seorang mukmin tidak akan menjadi pengkhianat:

Ikhlas beramal karena Allah,
memberikan nasihat yang baik kepada para pemimpin kaum Muslimin,
dan senantiasa komitmen terhadap jama'ah ".
(HR Ibnu Hibban).

Seni menjaga lurusnya niat tidaklah mudah.

Karenanya, seperti dikatakan oleh Fudhail bin "lyadh

"Meninggalkan amal karena manusia adalah riya',
dan beramal karena manusia adalah syirik.
Maka, ikhlas adalah apabila Allah menyelamatkan kamu dari keduanya ".

Urgensi niat sangatlah mendasar bagi kehidupan dan perjuangan setiap mukmin.
Dengannya segala amal akan diukur.

Inilah yang didengar dan diamalkan Umar bin Khatab dari Rasulullah, "Bahwa amal itu tergantung niat-nya".

Maka, tak berlebihan kalau Imam Syafi'i menyebut hadits Rasulullah ini adalah sepertiga dari seluruh ilmu.

Niat yang baik sering mengubah sesuatu yang mubah menjadi ibadah, Wajar bila perhatian para salafusshalih kepada niat begitu besar.

Dengarlah apa yang dikatakan oleh Yahya bin Katsir,

"Pelajarilah niat dalam beramal, karena niat itu lebih cepat sampai kepada Allah dari pada amal yang engkau lakukan itu ".

Meski upaya menjaga lurusnya niat telah diupayakan, namun mereka tak merasa puas dan cukup begitu saja.

Iman yang benar telah menjadikan mereka memadukan antara rasa pengharapan dan kecemasan.

Karenanya, mereka masih menambahinya dengan istighfar.

Imam Hasan Al-Bashri berkata: "Perbanyaklah istighfar di rumahmu, di ruang makan, di tengah perjalanan, di pasar, tempat kerja, di pertemuan-pertemuan dan di mana pun dirimu berada saat itu.

Sebab engkau tidak akan tahu di tempat manakah turunnya maghfirah Rabb-mu".

Nah bagaimana dengan kita?

Sebuah masyarakat muslim yang utuh menjadi dambaan setiap sahabat.

Tindak tanduk ucapan mereka bisa menjadi cermin bagi ucapan di atas.

Apalagi sebuah jama'ah da’wah. Ibnu Mas'ud, misalnya, pernah memberi nasehat, "Wahai sekalian manusia, hendaklah kalian selalu taat dengan jama'ah kaum muslimin. Karena sesungguhnya ia adalah tali Allah yang kokoh yang diperintahkan untuk dipegang. Sesungguhnya apa yang tidak engkau sukai dalam kebersamaan di jama'ah itu, adalah lebih baik dari apa yang engkau sukai dalam keadaan terpecah belah ".

Hal serupa juga dilakukan para sahabat lainnya.
Para sahabat lebih suka memutuskan masalah dengan syura, agar barisan masyarakat muslim tetap rapat.

Suatu hari Umar berpidato,

"Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan untuk Islam ini orang-orang yang layak untuk memeluknya. Lalu Allah menyatukan hati mereka dan menjadikan mereka bersaudara. Seorang muslim dengan muslim yang lain bagaikan satu tubuh. Bila yang satu terkena sakit yang lain tak akan tinggal diam. Karenanya, sangat layak bila mereka menjadikan perkara mereka diputuskan dengan syura bersama para ahli di antara mereka,"

Demikian Imam Ibnu Jarir meriwayatkan.
Karenanya, Umar bin Khatab dalam menjalankan pemerintahannya, menjadikan para sahabat senior, khususnya pengikut perang Badr, untuk menjadi tim penasihatnya.
Mereka bahkan tak boleh tinggal jauh di luar Madinah.

Saat genting setelah wafatnya Rasulullah juga menjadi waktu penting para sabahat untuk menjaga agar barisan da'wah Islam tetap utuh, seperti yang ditunjukkan oleh Ali bin Abi Thalib, misalnya.

Kisahnya, setelah Abu Bakar di angkat menjadi Khalifah, Abu Sufyan menemui Ali seraya berkata, "Engkau dikalahkan dalam urusan kekuasaan ini oleh suku Quraisy yang jumlah warganya sedikit ?
Demi Allah, kalau engkau mau, kami akan memenuhi kampungnya dengan laki-laki dan kuda-kuda (menyerbu), jika engkau mau ".

Mendengar itu, Ali bin Abi Thalib menjawab lantang, "Apakah engkau ini masih menjadi musuh Islam dan kaum muslimin. Sesungguhnya semua ini (pengangkatan Abu Bakar) tak merugikan Islam dan umatnya sedikitpun. Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa Abu Bakar memang layak untuk itu ".

Untuk menjaga agar masyarakat mereka selalu rapi, para sahabat itu selalu berusaha untuk dekat antara yang satu dengan yang lain. Menghindari perselisihan dan mengutamakan persatukan.
Sebagai pengikatnya, mereka menepatkan kerinduan akan ridha Allah untuk mengalahkan potensi-potensi konflik di antara mereka.
Seperti yang diucapkan oleh Ibnu Mas'ud,
"Sesungguhnya Allah, dengan keadilan dan pengetahuan-Nya menjadikan kebahagian dan suka cita di dalam sikap yang yakin dan ridha, dan menjadikan duka dan nestapa di dalam sikap ragu-ragu dan benci terhadap ketentuan-Nya".

Mereka saling menghibur bila ada yang diuji oleh Allah.
Suatu hari Ali bin Abi Thalib menemui 'Adi bin Hatim yang nampak kusut masai. Raut mukanya menggambarkan kesedihan yang berat.

"Mengapa engkau tampak bersedih hati?" Adi menjawab,
"Bagaimana aku tidak sedih, sedangkan dua orang anakku terbunuh dan mataku tercongkel dalam pertempuran".
Ali menyahut, "Barang siapa ridha terhadap takdir Allah, maka takdir itu tetap berlaku atasnya dan ia mendapatkan pahala-Nya.
Dan barangsiapa yang tidak ridha terhadap takdir-Nya, maka takdir itu pun tetap berlaku atasnya dan terhapuslah pahalanya".

Sikap ini juga kemudian diwarisi oleh para tabi'in.
Lihatlah apa yang dikatakan Hasan Al-Bashri, "Barangsiapa yang ridha terhadap apa yang sudah menjadi suratan hidupnya, maka jiwanya akan merasa lapang menerima hal itu, dan Allah pun akan memberkahinya. Tetapi, barangsiapa yang tidak ridha, maka pandangannya menjadi sempit dan Allah juga tidak memberkahinya".

Selain itu, para sahabat itu juga menjauhi berlaku curang.
Al-Baihaqi meriwayatkan, bahwa setiap tahun Abdullah bin Rawahah datang menemui Yahudi Khaibar untuk menetapkan berapa bagian dari panen kurma yang harus mereka setor kepada Rasulullah.

Abdullah bin Rawahah menetapkan separoh hasil panen yang harus disetorkan. Maka mereka mengeluh. Orang-orang Yahudi itu juga berusaha menyuap Abdullah bin Rawahah. Dengan marah Abdullah menolak, "Wahai musuh-musuh Allah. Kalian akan memberiku makanan kotor? Demi Allah, aku ini datang dari orang yang paling tercinta di antara seluruh manusia.
Dan sesungguhnya kalian lebih aku benci dari pada kera dan babi.
Namun ketahuilah, kebencianku kepada kalian, juga kecintaanku kepada Rasulullah, tidak akan membuatku berbuat tidak adil dengan menerima suap itu".

Mendengar itu orang-orang Yahudi itu berkata "Dengan sikap seperti itulah langit dan bumi tegak".


Beginilah isi email yang dapat kita jadikan tambahan pengetahuan. Mudah2an bisa bermanfaat buat saya dan juga semua yang membaca. Amien...

Little B'day party at school...


Seminggu sebelum ultahnya... Rafi uda bilang pengen banget ultahnya kali ini dirayain (sederhana aja...) dikelasnya. Akhirnya kami (saya dan papanya) menyetujuinya... Agak mendadak juga, tapi ngga perlu persiapan besar kok, kan cuman little party aja...
Rafi sebenernya ultahnya tgl 9 Januari, tapi karena sekolahnya masih libur. Jadi kami rencanakan diadain hari Rabu aja, tgl 14 Januari 2009. Jadilah hari Rabu kemaren kita bikin
little party buat Rafi dikelasnya... Beginilah jadinya...



Acaranya sederhana aja kok... Semuanya dipandu oleh ibu2 guru yang mengajar di kelas Rafi. Kebetulan yang bisa hadir ada 4 ibu guru (Ibu Nursida - wali kelas, Ibu Nana - pendamping wali kelas, Ibu Titin - guru Agama dan Ibu Yuri - guru komputer). Dimulai dengan games kecil2an yang diberikan oleh Ibu2 guru, berupa pertanyaan2 seputar pelajaran sekolah. Siapa cepat dia dapat hadiah... Seru banget... Kemudian setelah acara games, dilanjutkan dengan membaca doa yang dipimpin oleh Ibu Titin. Setelah itu semua teman Rafi beserta Ibu2 Guru menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dan Happy Birthday untuk Rafi...
Acara terakhir membagikan sedikit bingkisan dan souvenir untuk teman2 dan Guru2 Rafi. Begitulah cerita kecil acara perayaan ultah Rafi di sekolah. Meskipun dengan acara yang cukup sederhana, tapi tetap meriah dan sangat mengesankan buat Rafi.

"Terima kasih teman-teman... Ibu-ibu Guru... juga Mama Papa... Terima kasih untuk pesta ultah yang menyenangkan..." begitu yang bisa Rafi sampaikan untuk semua...

We always hoping the best for you, son... Mudah2an selalu menjadi anak yang baik, sholeh, bertaqwa, berbakti, pandai, sukses dan terus berprestasi... Amien...

Jumat, 09 Januari 2009

Happy Birthday my Lovely Son...

Happy Birthday 2u… Happy Birthday 2u… Happy Birthday dear Rafi… Happy Birthday 2u…

With all the best wishes for him…

Mudah2an Rafi diberi panjang umur, jadi anak yang sholeh, berbakti, patuh, pandai n sukses dalam segala hal. Semoga Allah SWT selalu memberikan lindungan, rahmat, taufiq serta hidayah-Nya buat Rafi… Amien…

Hari ini genap usia Rafi jadi 7 tahun. Seneng banget dia… udah ngerasa lebih besar. Hehehe… Seharian ini dia udah nunjukin kalo dia udah lebih bertanggung jawab. Di usianya yang baru 7 thn (hari ini), dia udah duduk di bangku kelas 2 SD. Jadi waktu masuk SD dia baru berumur 5,5 thn. Hehehe… Masi kecil ya? Tapi itu semua karena kemauan dari Rafi sendiri… Lucu juga, masi kecil kok udah minta sekolah. Tapi Alhamdulillah, ternyata dia bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Bahkan menurut kami, bisa berprestasi. Alhamdulillah…

Hope U’ll always be the best n be whatever u want son…

Amien…


Rabu, 07 Januari 2009

Menemukan Sehat dalam Yoga


Saya menemukan artikel bagus untuk info lanjutan tentang yoga... (kompas, http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/20/0706275/menemukan.sehat.dalam.yoga)

Sabtu, 20 Desember 2008 | 07:06 WIB

TUJUH tahun lalu, Ira Arisanti masih bekerja di sebuah perusahaan swasta dan baru saja sembuh dari sakit. Untuk memulihkan imunitas tubuhnya, ia memilih olah tubuh yoga. Pada tahun 2006, setelah sekian lama merasakan manfaat yoga, ia ”banting setir”. Karier di perusahaan ia tinggalkan dan kini menjadi guru yoga.

Langkahnya untuk berhenti bekerja diakui Ira tidak mudah. ”Sayang juga waktu memutuskan untuk mengakhiri karier. Tetapi, setelah saya timbang-timbang, daripada saya dapat duit banyak, tetapi enggak happy, mending saya jalani aktivitas yang bisa membuat saya bahagia,” kata Ira, awal Desember lalu di Jakarta.

Ia menuturkan, ”kenekatannya” berganti profesi dilakukan setelah ia menemukan banyak manfaat yoga. Hal itu, misalnya, alergi debu pagi yang sekian lama ia derita perlahan-lahan sirna. ”Badan juga tidak gampang capek. Lutut yang dulunya sering linu setelah aerobik, rasa nyerinya juga sudah hilang,” kata perempuan berusia sekitar 30 tahun itu.

Ia merasakan yoga sebagai olah tubuh sempurna karena tak hanya menyentuh fisik dan membakar energi. Yoga, tutur Ira, melatih semua organ tubuh dan membenahi fisik tubuh, pikiran, serta spirit. Semua menjadi ideal karena ada filosofi di dalam yoga, seperti ajaran hidup sehat dan tidak berlebihan.

Pengalaman seperti dirasakan Ira marak terjadi di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Guru yoga di ”Rumah Yoga”, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Yudhi Widdyantoro, mengisahkan, booming yoga terasa di Ibu Kota saat krisis ekonomi menghantam Tanah Air, tahun 1997-1998. ”Sejak itu peminat yoga melonjak,” katanya saat ditemui di ”Rumah Yoga” belum lama ini.

Yudhi mulai belajar yoga di Pusat Kebudayaan India di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, pada 1991 saat jumlah peserta masih bisa dihitung dengan jari. ”Ketika itu peserta kursus yoga tak lebih dari 10 orang dan kebanyakan peserta kaum ekspatriat. Mungkin karena popularitas yoga yang sudah lebih top di luar Indonesia sehingga banyak peserta waktu itu orang asing,” katanya.

Fenomena sepinya peminat yoga mulai hilang pada 1997 dan makin hari makin padat saja. Yudhi memperkirakan, pertumbuhan sanggar yoga menjamur empat tahun terakhir.

”Saya menganalisis, perkembangan yoga di Indonesia, khususnya Jakarta, terjadi karena pengobatan medis berkonsentrasi pada aspek fisik, sementara dampak krisis ekonomi lebih banyak memukul sisi mental manusia, dan itu, layak disyukuri, ada di yoga,” kata Yudhi.

Bersatu di yoga

Guru yoga asal Kanada, yang aktif mengajar yoga di Bali, Linda Madani (Grondin), menambahkan, yoga adalah bentuk pengembangan spiritual, yang memperkuat sisi fisik, emosi, mental, dan spiritual manusia.

”Yoga bukan mengenai agama, tetapi tentang bagaimana berhubungan dengan hakikat keilahian yang ada dalam diri kita. Keilahian atau hakikat ketuhanan ditafsirkan dalam berbagai bentuk luar sesuai dengan berbagai budaya yang ada di berbagai agama,” kata Linda, awal Desember lalu.

Lebih filosofis lagi, Linda menyatakan, ”Yoga adalah tempat yang aman di mana kita semua dapat bersatu karena orang dari berbagai agama bisa ikut yoga,” ujarnya lagi.

Situs Kedutaan Besar India di Jakarta, senada dengan Linda, menyebut yoga sebagai ”warisan budaya tradisional India dan salah satu sistem brilian dalam pengekspresian diri. Sebuah ilmu praktis untuk meningkatkan kekuatan fisik, mental, dan spiritual”.

Yudhi sependapat dengan Linda. ”Di yoga, hanya ada upaya menyatukan keinginan kita dengan Tuhan. Yoga dengan aktivitas-aktivitas fisik, seperti yang dilakukan di ’Rumah Yoga’, yang disebut Hatha Yoga, hanya salah satu aliran dari yoga yang demikian luas,” ujar Yudhi.

Beberapa postur Hatha Yoga punya manfaat kentara dalam hal kesehatan. Seperti halnya postur Bhusangasana (ular), yang sangat bermanfaat bagi pencernaan. Postur Wikhasan (pohon), yang memperkuat kaki dan konsentrasi diri, serta postur Sirsasana, yang bagus untuk penguatan mental dan aliran darah ke otak.

Ellen Barrett, penulis buku Sexy Yoga menyebutkan, yoga membentuk tubuh yang kuat dan lentur.

Dalam ”skala” paling rendah, seperti jika seseorang berolahraga, yoga juga dapat melancarkan aliran darah. Pada posisi yoga tertentu, seperti posisi elang, gerakan tersebut langsung melatih otot panggul serta melancarkan aliran darah pada panggul. Melatih otot panggul akan membantu seseorang melakukan kontraksi dan relaksasi dengan lebih kuat.

Jadi, selamat menemukan sehat di dalam yoga.

Selasa, 06 Januari 2009

Yoga again...

Saya jadi ngerasa cocok ama yoga. Selain manfaatnya yang banyak (buat saya), exercisesnya juga ngga bikin capek banget. Nyante tapi kerasa di badan... That' what I like... Hehehe... Ngga mau capek.

Saya nemuin lagi, tentang arti yoga... Dari salah satu site (rumah yoga). Gini artikelnya...

Yoga in Sanskrit means unity of mind and body.
Yoga is appropriate for just about anyone.
You don't need to be flexible or be able to quiet the mind.
You simply need the desire to show up and do your best.

10 reasons to do yoga

Increases stamina
Stimulates immunity system
Improves concentration and creativity
Increases self confidence
Reduces body fat
Creates self control
Improves blood circulation
Strengthen muscles and flexibility
Anti-stress management
Creates inner peace

One of the far-reaching benefits of yoga is the uncanny
sense of awareness that it develops in the practitioner
of an impending health disorder or infection. This in turn enables the person to take pre-emptive corrective action.

Jumat, 02 Januari 2009

Open the new book of the year 2009

Kalo udah tahun baru gini... Berarti buka lembaran baru dong ya, dengan buku yang baru juga tentunya. Buku yang judulnya sedikit berubah jadi Agenda tahun 2009.

Nggak salah kan kalo kehidupan kita bisa diibaratkan sebuah buku. Hari demi hari kita lewati kehidupan, bagai sebuah buku yang kita tulisi setiap harinya. Diawali dengan halaman pertama dari bab pertama di peristiwa pertama kehidupan di awal tahun. Apa yang kita jalani bukan hanya merupakan takdir kehidupan yang harus kita jalani. Melainkan juga tergantung dari tujuan hidup, usaha, sikap serta tindakan yang dilakukan untuk menuju tujuan itu. Bener nggak?

This is the new day... New Life begins... New Chance... New Hope... with New Spirit of everything...
We're gonna face the new opportunities, that it'll lead us to make a new success, happiness and prosperity.