Sabtu, 17 Maret 2012

Blogging...

Hampir terlupakan... Atau bahkan sudah sempat terlupakan? Hehehehe...
Sibuk? Enggak juga...
Gak sempet? Juga enggak...
Banyak kerjaan? Bukan juga...
Mungkin lebih tepatnya menyibukkan diri dengan hal-hal lain... :D

Semoga aja... Blog ini akan terisi lagi di hari-hari ke depan...
Be ready for writing anymore... ;)

Senin, 03 Mei 2010

Start a new job...

Alhamdulillah... Ada side job baru yang bisa dikerjain... Insya Allah... Barrakallah...
Kerjaan yang sesuai ama minat, ngerjain bisa sambil fun... Smoga membuahkan hasil yang maksimal. Insya Allah... Amiiin...

Kamis, 29 April 2010

Back to my page...

Sudah hampir 2 bulan absen ngeblog nih... Semoga mood menuh2in blog bisa muncul lagi... hehehe...
Sebenernya banyak banget yang pengen ditulis... Tapi saking banyaknya jadi bingung... Hahaha... Lagu lama banget...
Well... Waktunya cari ide nih...

Kamis, 18 Februari 2010

Tujuh Tips Hindari Kecelakaan Privasi di Facebook

Ada tips yang saya dapat dari Metronew.com mengenai Facebok. Semoga bisa jadi tips untuk kita semua pengguna Facebook.

Metrotvnews.com, Jakarta: Karena Facebook orang mungkin bisa memiliki persepsi miring tentang kita. Misalnya, saat foto-foto memalukan tersebar di antara rekan kerja. Atau terpajangnnya konten berbau esek-esek di wall yang malah membuat kita dianggap aneh.

Bisa juga ada orang-orang tertentu yang secara tak langsung mencemarkan nama baik kita, karena up date status yang mereka lakukan. Walau terkesan sepele, hal ini bisa membuat opini publik yang mencemarkan nama baik kita.

Beberapa Facebooker mungkin tidak paham atau malas mempelajari pengaturan privasi (privacy settings) di Facebook. Padahal, caranya sepele. Jangan karena ketidaktahuan nama baik Anda dikorbankan. Di bawah ini ada lima tips untuk menghindari ‘kecelakaan’ privasi di Facebook.

1. Manfaatkan “Friend List”. Bagi kebanyakan orang fitur friend list mungkin tak dianggap penting. Namun, hal ini membantu kita mengatur teman Facebook yang mungkin berjumlah ratusan.

Fitur ini juga memudahkan Anda mencari teman Facebook lain yang jarang  dikontak. Friend list pun berfungsi memudahkan pengaturan spesifikasi privasi, antara kita dan seseorang. Jangan malas memanajemen teman di Facebook.

2. Hilangkan nama kita di “Facebook Search”. Bagi yang belum mengerti, Anda bisa menghilangkan nama di Facebook Search. Hal ini tentu untuk menjaga agar profil kita tak mudah dicari/dilacak orang.

Caranya:
- Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings, pilih ’search’
- Non-aktifkan ‘publik search result’
- Klik ‘Confirm’.

3. Jangan biarkan Anda dipermalukan karena foto/video. Seringkali foto-foto culun dan memalukan Anda yang di-upload teman bisa mencemarkan nama baik. Kalau sudah begini, rasa malu bercampur emosi pasti muncul. Tidak usah bingung akan hal ini. Atur saja setting privasi foto/video-nya.

Caranya:
- Cari ‘privacy settings’ pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
- Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.

4. Hilangkan “Status Relationship” Anda. Untuk menghindari kisah pribadi asmara Anda diumbar ke publik, ada baiknya menghilangkan status hubungan di Facebook. Tapi awas, jika Anda tak memiliki ‘perisai’ diri hal ini bisa menimbulkan potensi perselingkuhan. Ini semua berbalik ke diri sendiri.

Caranya:
- Cari ‘privacy settings’ pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings pilih ‘Profile Information’.
- Pilih ‘Familiy and Relationship’.
- Untuk lebih detail pilih ‘custom privacy’.

5. Hindari aplikasi berbau esek-esek. Seringkali aplikasi di Facebook memiliki konten dewasa. Misalnya kuis tentang apa gaya sex favorit Anda, atau bintang JAV yang cocok dengan Anda. Walau fungsinya sebagai having fun, jika informasi ini diketahui orang yang tidak tepat, hal ini bisa menimbulkan persepsi negatif.

Agar orang tidak memiliki persepsi negatif pada diri Anda, cari aman saja. Hindari semua aplikasi yang berbau esek-esek. Kuncinya ada pada diri sendiri. Mudah kan?

6. Buat “Contact Profile” Anda lebih privat. Secara umum, kontak profil di Facebook menampilkan apa saja yang ada tentang diri kita. Misal status hubungan, pandangan politik, nama sanak keluarga, bahkan nomor ponsel dan e-mail.

Ada kalanya untuk menjaga privasi, Anda tak harus ‘membeberkan’ itu semua ke publik. Anda pun bisa memilah-milahnya. Sebagai contoh, cukup sertakan email dan nomor ponsel, saat hubungan Facebook kita hanya di lingkungan kerja. Tak perlu menyebutkan status hubungan, bahkan tanggal jadian dengan kekasih kita.

Caranya:
- Pada ‘Profile’, pilih kolom ‘info’ di kanan ‘wall’
- Pada ‘Basic Information’, tinggal atur saja apa yang berhak ditampilkan di profil kita. Cukup ‘remove’ hal-hal yang dianggap tidak perlu.

Saat di-track dengan search engine macam Google, profil ini akan tampil sesuai settingan kita.

7. Hanya orang tertentu yang boleh melihat foto Anda. Saat Anda meng-upload sebuah foto, sebaiknya jangan diumbar langsung ke publik. Atur kepada siapa saja terbaru Anda boleh dilihat.

Caranya sama seperti tips nomor 3, namun lebih spesifik:
- Cari ‘privacy settings’, pada opsi account di kanan atas.
- Pada privacy settings, pilih ‘Profile Information’.
- Atur pada pilihan ‘Photo Albums’ dan ‘Photos and Videos of me’, untuk mengatur siapa saja yang berhak melihat foto/video kita.

Untuk pengaturan lebih spesifik, pilih opsi ‘custom privacy’ di sisi kanan pada ‘Photo Albums’ atau ‘Photos and Videos of me’.

Nah, sesudah itu pilih ‘make this visible’ pada opsi ’specific people’, untuk mengatur nama teman yang bisa melihat foto anda. Anda cukup mengetiik namanya, dan Facebook langsung mendeteksi.

Untuk menyembunyikan foto terbaru dari nama-nama tertentu, pilih opsi kedua bertanda ‘hide this from’. Selanjutnya cukup ketik sebuah nama, dan bisa dipastikan ia takkan melihat lagi foto-foto terbaru Anda. Semoga tips ini membantu. (Allfacebook/DOR)

Kamis, 11 Februari 2010

Langkah Kecil Untuk Jantung

Source: Prevention Indonesia

Turunkan tekanan darah dengan berjalan kaki

Malas berjalan kaki? Mulai dari sekarang, ubahlah mindset kita karena cukup dengan 10 menit berjalan kaki setelah makan siang, dapat memberikan bonus bagi jantung kita!

Dalam studi Medicine & Science in Sports & Exercise yang dilakukan pada tahun 2001, 15 wanita postmenopause dengan tekanan darah yang tinggi, diminta untuk melakukan perubahan kecil pada rutinitas harian mereka dengan penambahan 4.000 – 5.000 langkah setiap harinya. Dan hasilnya : 6 sukarelawan mencapai tekan darah yang normal, dan 3 sukarelawan lainnya mengalami penurunan tekanan dari zona bahaya ke arah zona garis normal. Dalam studi ini, rata-rata para sukarelawan mengalami penurunan tekanan darah hingga 11 point.

Kabar bahagianya adalah : semua partisipan yang diteliti ternyata belum pernah ada yang melakukan rutinitas olahraga sebelumnya. Mereka hanya menjalankan program jalan mini yang simpel seperti memarkirkan kendaraan lebih jauh dari kantor atau pusat perbelanjaan, lebih memilih tangga ketimbang lift,  mengisi istirahat makan siang dengan berjalan kaki sebentar, atau berkeliling mall beberapa kali sebelum memulai belanja.

“Sebenarnya, semua aktivitas fisik bisa membantu kita menurunkan tekanan darah, namun kita memilih berjalan kaki sebab olahraga ini sangat mudah dilakukan,” Kerrie L. Moreau, PhD, peneliti dari University of Colorado di Boulder. Dan manfaat olahraga ini bisa dinikmati baik oleh pria maupun wanita.

Berikut cara untuk mengubah langkah kaki kita menjadi “obat” alami untuk mengontrol tekan darah :

• Lakukan pemeriksaan tekan darah terlebih dahulu. Dan lakukan test ini secara rutin setiap 2-3 minggu sekali. Jika, kita harus mengonsumsi obat penurun tekanan darah, mintalah dokter kita untuk menurunkan dosis obat atau hentikan program pengobatan apabila berjalan kaki berhasil menurunkan tekanan darah kita.

• Beli pedometer.  Alat ini akan sangat membantu melacak tingkat kemajuan kita. Tip : belilah pedometer yang bisa dijepitkan pada ikat pinggang. Temukan pedometer di toko-toko penyedia peralatan olahraga.

• Berusahalah untuk mencapai 10.000 langkah setiap hari. Sebelum studi dilakukan, para wanita yang tidak aktif ini sudah mencapai 4.000-5.000 langkah per hari untuk menjalankan aktivitas harian mereka. Dan ternyata, penambahan 4.000-5.000 langkah lagi per hari langsung mampu menurunkan tekan darah mereka.

• Masukan program jalan mini, seperti berjalan beberapa putar di lorong kantor kita, atau cara lain yang sudah disebutkan di atas,ke dalam rutinitas harian kita.(Astrid Anastasia)